•   Senin, 9 Desember 2019
Uncategories

Motivator Krisnamurti Menata Mental Winner’s Camp PTLS

( words)


Surabayapagi.com - Aktif sejak sembilan tahun lalu, Maria Chen (45) dalam kegiatan sosial komunitas Power of True Love Surabaya (PTLS), yang bertugas melayani masyarakat dengan membantu korban bencana alam, dan berbagi makanan, sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh Maria Chen dan juga kawan-kawan dalam komunitas tersebut.
Namun, kenyataannya, membantu saja dirasa tidak cukup untuk bisa membuat masyarakat tidak mampu untuk berdikari dalam hal ekonomi. Akhirnya, Maria Chen membuat suatu perusahaan di bidang kesehatan.
Maria Chen CEO PTLS menceritakan, Komunitas Power True of Love lah yang menjadi penggagas untuk bisa membangkitkan ekonomi warga masyarakat dengan cara membuka lapangan kerja.
"Kami mentransformasi komunitas kami menjadi lembaga untuk bisnis, namanya Pelabuhan Terakhir Langgeng Sejahtera (PTLS), nama yang di anugrahkan melalui mimpi" tambahnya saat di jumpai di Trawas Jawa Timur, Selasa (30/4).
Itulah yang mendasari lbu Maria Chen membangun perusahaan PTLS (Pelabuhan Terakhir Langgeng Sejahtera) ini, agar dapat menjadi kendaraan usaha bagi siapa saja yang ingin mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik lagi, apakah itu dari sisi finansial, pengembangan diri, maupun dari sisi sikap dan mental.
"PTLS menyadari bahwa Kepemimpinan adalah isu kunci terpenting dalam membangun sebuah usaha, maka untuk itu PTLS bekerja sama dengan salah satu Mindset Motivator terbaik yaitu Bapak Krishnamurti, yang sudah 17 tahun lebih berkecimpung di bilang pelatihan sikap mental" ucap Maria.
"PTLS mengadakan pelatihan Winner’s Camp selama 3 hari dari tanggal 29 April-1 Mei 2019 di Whiz, Trawas, Jawa Timur. Manajemen memilih metode Experiential Learning dalam pelatihan kali ini, yaitu belajar dengan mengalami sendiri prosesnya. Karena kami meyakini bahwa dengan mengalami, peserta akan memahami" tuturnya.
Di waktu yang sama Krishnamurti memberikan, salah satu contoh, peserta dilatih untuk memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan yang telah dicanangkannya.
"Untuk itu, satu per satu peserta diminta berjalan meniti mundur diatas sebilah bambu, yang ditaruh diatas kolam renang. Risiko tentu ada, kehilangan fokus 1 detik saja, peserta harus bersiap tercemplung di kolam renang yang dingin" ujar Krisna.
Kebersamaan menjadi bagian penting dari konten pelatihan ini, agar peserta memahami bahwa era ke depan ini, sukses lebih mudah bila diraih bersama-sama secara kolektif (sharing economy) bukan sukses sendiri.
"Guna memahami ini, peserta akan membentuk kelompok untuk lari pagi lintas alam, melewati berbagai rintangan, saling memotivasi, saling menyemangati agar bersama-sama tiba di tujuan" tambahnya.
"Dan, tentunya Reflektif diri menjadi sebuah kemampuan yang perlu dikuasai setiap peserta, guna terus mentransformasi (perubahan) diri, agar terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi, khususnya dalam sikap (akhlak) dan mental" tutup Krisna.

Berita Populer