Minyak Dunia Tertekan, Suplai OPEC Meningkat

SURABAYAPAGI.com, New York - Mengutip Xinhua, Rabu, (1/8), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September kehilangan USD1,37 untuk menetap di USD68,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun USD0,72 menjadi ditutup pada USD74,25 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak dunia turun pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) karena survei menunjukkan bahwa total produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Juli mencapai level tertinggi tahun ini. Adapun negara anggota OPEC terus berupaya mengangkat harga minyak dunia ke level yang tinggi.
Survei yang dirilis pada Senin waktu setempat menunjukkan bahwa OPEC meningkatkan produksi bulan ini sebesar 70.000 barel per hari (bpd) menjadi 32,64 juta bpd, tertinggi baru untuk tahun ini. Kondisi ini tidak ditampik memberikan efek tersendiri terhadap gerak harga minyak dunia.
Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pekan lalu bahwa hasil produksi Rusia akan mencapai tertinggi baru 30 tahun dari 11,02 juta bpd tahun ini. Analis mengatakan berita terbaru dari Rusia dan OPEC mengisyaratkan bahwa pasar global akan kurang ketat akhir tahun ini, yang membebani harga minyak.
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat sebanyak 108,36 poin atau 0,43 persen menjadi 25.415,19. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 13,69 poin atau 0,49 persen menjadi 2,816.29. Indeks Nasdaq Composite naik 41,78 poin, atau 0,55 persen, menjadi 7.671,79.
Pengeluaran konsumen AS meningkat sebanyak 0,4 persen pada Juni karena rumah tangga menghabiskan lebih banyak untuk restoran dan akomodasi, Departemen Perdagangan AS mengatakan. Sementara itu, indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang juga merupakan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve, naik sebanyak 0,1 persen. jr