•   Minggu, 5 April 2020
SGML

Meski Sering Dikritik, Jam Besuk Pasien RSUD Soegiri Masih Kacau

( words)
Keluarga pasien saat membesuk keluarganya di RSUD dr Soegiri kemarin. FOTO: SP/FROM NETIZEN


Banyak Keluarga Pasien Besuk Hingga Nyangkruk Serasa di Warkop

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Meski sering mendapatkan kritikan dari masyarakat soal jam besuk pasien yang kacau, namun kritikan dari masyarakat dan keluarga pasien tidak menjadikan RSUD dr Soegiri Lamongan ini berubah. Buktinya hingga saat persoalan klasik pembatasan jam besuk masih saja tidak bisa berjalan, disana sini masih ditemukan keluarga pasien bisa masuk dan keluar rumah sakit type B ini tanpa ada yang mencegah.
Bahkan banyak dijumpai keluarga pasien saat besuk, sambil ngopi dan nyangkruk seolah di warung kopi. Alhasil, karena jam besuk terkesan berantakan itu, hilir mudik keluarga pasien cukup membuat ketidaknyamanan pasien, yang sejatinya ingin beristirahat dan kepingin sembuh. Namun anehnya, pengelola rumah sakit plat merah ini terkesan membiarkan dan menabrak aturan sendiri dengan membiarkan keluarga pasien besuk jam berapapun.
"Saya itu heran ini rumah sakit besar, milik daerah lagi, kenapa manajemen nya terkesan asal-asalan, salah satu contoh kecil adalah soal jam besuk yang bebas dan tidak ada pembatasan,"kata salah satu warga Deket yang enggan namanya dikorankan kepada Surabaya Pagi, Minggu (01/01).
Padahal setahu dirinya, rumah sakit dimanapun jam besuk selalu diatur, karena itu bagian dari upaya untuk memberikan kenyamanan terhadap pasien. Tapi yang terjadi di RSUD yang sudah berganti menjadi BLUD ini malah sebaliknya.
Ia lalu menceritakan pengalamannya, kala membesuk keluarganya saat dirawat di RSUD Soegiri. Ia dengan leluasa datang kapanpun dan jam berapapun, meski ada himbauan atau tulisan yang melarang pasien besuk dijam-jam tertentu."Bahkan saya bisa sampai 24 jam non stop keluar masuk rumah sakit bebas,"terangnya.
Padahal aturan yang ia ketahui dimanapun rumah sakit, selalu menerapkan jam besuk, dan normalnya kalau pagi hari jam besuk dimulai pukul 10.00-14.00 wib, dan akan kembali buka lagi pada sore harinya pukul 16.00-20.00 wib.Namun apa yang terjadi aturan ini ditabrak begitu saja baik oleh pengelola maupun keluarga pasien.
Karena lanjutnya, tidak ada petugas atau pihak yang berwenang melarang keluarga pasien membesuk, atau menginformasikan kepada keluarga pasien kalau jam membesuk dibatasi.
"Situasi yang demikian ini masih terjadi saat ini, dan pihak rumah sakit seharusnya sadar hal yang sepilih seperti jam besuk, harus benar-benar diterapkan, jangan hanya karena ada sidak oleh pejabat berwenang baru ada penataan, setelah itu kembali lagi, jan aneh ini rumah sakit bukan pasar,"kritiknya.
Terpisah Plt Direktur RSUD Dr Soegiri Dr. Taufik melalui Wadir umum dan keuangan Pujo saat dihubungi tidak membantah kalau kondisi jam besuk, belum secara penuh dipatuhi oleh keluarga pasien. Pihaknya dalam beberapa kesempatan terus berusaha untuk menerapkan jam besuk itu, himbuan baik secara lisan maupun tulisan terus dilakukan, namun hal yang demikian ini tidak menjadi perhatian oleh keluarga pasien.
Ketika pintu utama belum dibuka, keluarga pasien bisa masuk melalui beberapa pintu, karena memang diakui atau tidak rumah sakit Soegiri belum menerapkan kebijakan satu pintu.
"Pintu masuk dan keluar RSUD memang lebih dari satu, sehingga situasi yang demikian ini dimanfaatkan oleh keluarga pasien untuk membesuk pasien, meski demikian kami akan terus berupaya untuk menertibkan dan mendisiplinkan jajaran dibawah untuk menerapkan disiplin apapun termasuk soal jam besuk,"pungkasnya.jir

Berita Populer