Menuju Kesepakatan Dagang, China Desak AS Ini

SURABAYAPAGI.COM, -Setelah gagal bertemu di Chile, China dan AS kabarnya akan memilih negara bagian AS, Lowa sebagai pengganti pertemuan di Chile yang gagal akibat adanya kerusuhan di negara itu.

Terlepas dari itu, menjelang ketercapaiannya kesepakatan dagang antara kedua negara ekonomi terbesar. China ajukan permintaan yang mendorong AS untuk menghapus lebih banyak tarif yang dikenakan pada bulan September.

Hal tersebut diberitakan oleh sejumlah media AS salah satunya Politico. Menurut Politico, Beijing mendesak AS untuk menghapus tarif 15% yang dikenakan atas barang-barang Tiongkok senilai US$ 112 miliar pada 1 September. Akan tetapi, belum ada keputusan yang dibuat hingga saat ini.

Sementara, harian Financial Times pada Senin (4/11) menulis, Gedung Putih sedang mempertimbangkan apakah akan menarik kembali penetapan tarif atas barang impor China senilai US$ 112 miliar termasuk pakaian, peralatan, dan monitor layar datar, sebesar 15% yang berlaku pada 1 September lalu.

Meski demikian, Presiden Donald Trump ,mengatakan bahwa negosiasi tentang perjanjian "tahap satu" berjalan dengan baik. Dirinya berharap untuk menandatangani kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping di AS ketika kesepakatan itu selesai dibuat.

Terlepas dari itu, Presiden China Xi Jinping menyerukan agar hambatan perdagangan global dihilangkan dan setiap negara harus menegakkan prinsip-prinsip dasar perdagangan multilateral sambil melawan proteksionisme dan unilateralisme.

Hal itu dikatakan Xi dalam pidatonya saat membuka China International Impor Expo di Shanghai, Selasa (5/11).

"Tidak ada satu pun negara yang dapat dengan sendirinya mengatasi kesulitan yang dihadapi perkembangan ekonomi dunia," kata Xi.

Xi mengulangi janji sebelumnya untuk membuka ekonomi Tiongkok lebih luas terhadap dunia luar dan memperkuat perlindungan negara atas kekayaan intelektual.