•   Senin, 18 November 2019
Peristiwa Politik

Menteri Jokowi Banyak Muka Lama

( words)
grafis ilustrasi


Pagi Ini, 34 Menteri Kabinet Kerja Jilid 2 Dilantik. Dua Tokoh yang Besar di Jatim Diprediksi Isi Menpora dan Mendes

Rangga Putra, Jaka Sutisna, Teja Sumantri
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil sejumlah nama tokoh untuk datang ke Istana sejak Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10/2019). Mereka yang dipanggil Presiden disebut-sebut merupakan calon menteri Kabinet Kerja Jilid 2. Informasi yang diperoleh, pihak Istana Kepresidenan sudah menyiapkan sebanyak 34 kemeja putih yang akan dipakai para menteri pada saat diumumkan ke publik pada Rabu (23/10/2019) ini. Menariknya, di antara mereka sudah akrab dengan masyarakat Jawa Timur. Yakni, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim yang merangkap Wakil Ketua DPRD Jatim 2019-2024, Abdul Halim Iskandar. Lalu, Zainudin Amali yang pernah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jatim. Sedang Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang santer disebut-sebut calon menteri, justru belum muncul di Istana.
------------

Pantauan hingga Selasa (22/10/2019) malam pukul 19.00 WIB, sudah 35 tokoh yang dipanggil. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Calon menteri berlatar belakang profesional berjumlah 17 orang, sementara politikus 16 orang.

Satu orang gugur sebagai calon menteri, yaitu Tetty Paruntu, karena pernah diperiksa KPK. Satu orang lainnya tak menjadi menteri, melainkan menjadi jubir Presiden, yaitu Fadjroel Rachman.

Sebelumnya, Jokowi sudah memanggil Mahfud MD, pendiri serta CEO Go-Jek Nadiem Anwar Makarim, Komisaris Utama Net Mediatama Wishnutama Kusubandio, dan pengusaha Erick Thohir.

Kemudian, Jokowi kembali memanggil Jenderal Pol Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Pratikno, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto, Prabowo Subianto, dan Edhy Prabowo.

Kemarin, Jokowi juga sudah memanggil para calon menterinya itu. Sebut saja Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Agus Gumiwang, Juliari P Batubara, Siti Nurbaya, Suharso Manoarfa, dan Basuki Hadimuljono.

Selanjutnya Fachrul Razi, Ida Fauziyah, Bahlil Lahadalia, Zainuddin Amali, Abdul Halim Iskandar, Yasonna Hamonangan Laoly, Budi Karya Sumadi, Sofian Djalil, Moeldoko, Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro, Johnny G Plate, Moeldoko hingga Luhut Binsar Panjaitan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut para pegawai Istana juga sudah membawa kemeja putih ke dalam Istana. Heru memaparkan bahwa pihaknya sudah mendata keperluan apa saja untuk pelantikan tersebut. "34 kemeja itu akan dipakai oleh calon menteri," ucap Heru saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Presiden Jokowi lebih dahulu memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Kerja II, sebelum melantiknya hari ini. Prosesi pengenalan dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB, sementara pelantikannya digelar dua jam setelah itu, di Istana Negara, Jakarta. "Besok perkenalan jam 08.00 WIB. Pelantikan jam 10.00 WIB," terang Heru.

Prediksi Jabatan Menteri
Dari sejumlah tokoh yang datang, ada beberapa sosok baru, namun ada juga wajah-wajah di kabinet sebelumnya. Beberapa menyampaikan secara terbuka jabatan kementerian yang akan diembannya. Sebagian besar memberikan petunjuk bidang yang akan menjadi urusannya.

Dari sederet nama yang dipanggil oleh Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani paling gamblang menyebutkan posisi menteri yang ditawarkan. Kepada wartawan, Sri Mulyani mengungkapkan akan kembali menempati posisi Menteri Keuangan. "Presiden meminta saya menyampaikan ke media, beliau menugaskan saya tetap menjadi menteri keuangan," ucap Sri Mulyani usai bertemu Presiden Jokowi.

Pemilihan dirinya sebagai Menkeu tentu bukan hal baru bagi mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. Sebelumnya, Sri Mulyani juga menduduki posisi serupa. Bahkan pada masa peemrintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan. Selain itu, ia juga sempat menjadi Pelaksana Tugas Menteri Koordinator perekonomian pada 2008-2009.

Kemudian, Siti Nurbaya. Politikus Partai Nasdem ini mengatakan akan tetap menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di periode kedua pemerintahan Jokowi. Ia mengungkapkan sudah meminta izin Presiden untuk menyampaikan hal ini. "Saya minta izin Bapak, apa boleh saya sebutkan. Oke khusus Bu Siti boleh disebutkan, ada kewajiban penugasan melanjutkan tugas-tugas yang belum diselesaikan," sebut Siti.

Sementara itu Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya bakal kembali menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Bedanya ada sedikit perubahan nomenklatur, yaitu ditambahkan Investasi di dalamnya. Di posisi ini, Luhut bakal menggeber program biodiesel yang merupakan bahan bakar campuran solar dan minyak sawit.

"B20, B30 seterusnya sehingga impor migas bisa kita kurangi yang sekarang masih besar Rp 300 triliun," kata dia usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Politisi asal Jatim
Politikus Golkar Zainudin Amali yang namanya besar di Jatim, juga dipanggil Presiden Jokowi. "Saya baru saja diskusi dengan presiden, tentang ke depan kerja kabinet ke depan dan kita diskusi tentang pengembangan SDM. Serta peningkatan prestasi. Kita di bidang keolahragaan," sebut Amali di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pembinaan atlet turut dibahas Amali dengan Jokowi. Amali mengaku prihatin soal prestasi atlet. "Kita ini kan prihatin bangsa besar tapi prestasi tidak sebanding jumlah penduduk besar," katanya.

Politisi asal Jatim lain yang dipanggil adalah Abdul Halim Iskandar, yang tak lain kakak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Ia mengakui ditunjuk Jokowi sebagai menteri. Namun, politisi PKB ini belum mau mengumumkan pos menteri yang ia dapat. "Itu kewenangan beliau besok diumumkan sendiri dan semua kita kembalikan ke beliau," kata Abdul Halim usai pertemuan dengan Jokowi.

Abdul Halim hanya memberi petunjuk bahwa ia berdiskusi seputar permasalahan masyarakat di sektor ekonomi, infrastruktur, dan sosial. Terkait dirinya yang pernah dipanggil KPK, Abdul Halim menyatakan sudah clear dan ia tidak terlibat. "Semua clear, enggak ada masalah," ujar dia.

Abdul Halim sempat berurusan dengan KPK pada 2018. Dia dipanggil sebagai saksi terkait penyidikan perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

Empat Kementerian Berubah
Ketua DPR Puan Maharani menyebut setidaknya ada empat nomenklatur kementerian yang akan berubah di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo di periode kedua ini. Salah satunya, Puan menyebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nantinya akan bernama Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbuddikti). "Contohnya seperti misalnya Kemendikbud itu Dikti-nya itu akan bersama dengan Dikti," kata Puan.

Kedua, Puan menyatakan nantinya Jokowi akan membentuk Badan Riset dan Teknologi. Awalnya, Riset dan Teknologi dilebur dalam Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementistekdikti) di periode pertama pemerintahan Jokowi.

Ketiga, Puan menjelaskan nantinya Kementerian Koordinator Bidang Maritim akan berubah menjadi Kemenko Maritim dan Investasi. Terakhir, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan dilebur Kementerian Pariwisata menjadi Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata. "Yang satunya itu Bekraf itu akan bergabung dengan [kementerian] Pariwisata," kata Puan. n

Berita Populer