Menilik Panen Kopi Excelsa Wonosalam Jombang

Panen kopi excelsa di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Petani kopi di Dusun Mediro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai memanen kopi jenis excelsa, Sabtu (12/9/2020).

Dengan lahan seluas dua hektare yang berada di lereng Gunung Anjasmoro, dengan ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (MDPL), kopi excelsa yang memiliki ciri rasa asam dan beraroma nangka mulai dipanen.

Namun, panen kopi tahun ini tidak seperti pada tahun sebelumnya. Saat ini harga mengalami penurunan, sehingga petani mengeluh.

Petani kopi, Ridho (18), warga Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam mengatakan, saat ini memang baru panen pertama, sehingga panen belum maksimal.

"Saat ini kopi yang dipanen baru 1 ton dari semua pohon. Biasanya kalau panen raya bisa sampai 2-4 ton kopi," katanya, kepada jurnalis saat sedang memanen di kebun kopi miliknya.

Ridho mengungkapkan, harga kopi dipasaran mengalami penurunan ketimbang tahun sebelumnya. Saat panen kopi excelsa, petani lebih memilih yang berbiji merah untuk menjaga kualitas kopi di pasaran.

"Harga kopi yang masih belum diproses atau masih ceri, saat ini senilai Rp 4 ribu per kilogram. Sedangkan, harga dalam bentuk green bean Rp 50 ribu per kilogram. Pada tahun lalu, harganya mencapai Rp 60 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, Tumian (50), petani kopi yang lain menerangkan, bahwa panen raya baru dimulai pada bulan November mendatang. Diperkirakan, saat musim panen raya tiba harga kopi akan turun.

"Saat ini saya baru panen kopi sebanyak 5 kuintal saja. Saya berharap pohon kopi di lahan seluas satu hektare ini bisa menghasilkan kopi sebanyak mungkin saat panen raya nanti," pungkasnya.(suf)