Menganti, Wilayah ’Terganas’ Sebaran Covid-19 di Gresik

SURABAYA PAGI, Gresik - Kendati PSBB sudah diberlakukan sejak 28 April lalu, namun warga Gresik yang terinfeksi virus corona terus saja bertambah.

Hari ini, Kamis (30/4) bersamaan dengan hari ketiga penerapan PSBB, 2 warga Gresik kembali terjangkiti virus berbahaya Covid-19. Keduanya berasal dari Kecamatan Menganti.

Dengan demikian kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kota Surabaya tersebut memiliki penduduk terbanyak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kini mencapai 7 jiwa pasien penderita.

"Kedua pasien confirm baru berasal dari Desa Boboh dan Sidowungu, Kecamatan Menganti. Keduanya dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya," ungkap Reza Pehlevi, Kabaghumas dan Protokol Setkab Gresik dalam pers rilisnya kepada awak jurnalis, Kamis sore (30/4).

Seperti biasa Reza tidak menyebut dari cluster mana kedua pasien Covid-19 baru. Juga tidak dijelaskan apakah keduanya hasil tracing atau sebelumnya mereka berstatus PDP.

Dengan penambahan kedua pasien baru maka Gresik kini memiliki warga yang terkonfirmasi positif menjadi 27 orang. Anehnya, kenaikan ini justru seiring dengan penerapan PSBB di 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik.

Satu di antara 8 kecamatan zona merah tersebut adalah Kecamatan Menganti. Letaknya di bagian Gresik Selatan dan berbatasan langsung dengan Surabaya, kota yang menjadi episentrum penyebaran virus corona di Jawa Timur.

Kecamatan Kebomas yang menjadi zona merah dengan 5 pasien positif Covid-19 kini disalip Kecamatan Menganti. Di bawah Kebomas ada Kecamatan Manyar dan Benjeng dengan masing-masing 4 pasien positif virus corona.

Selanjutnya Kecamatan Driyorejo 3 pasien, Sidayu 2 pasien, Duduksampeyan dan Kedamean dengan masing-masing 1 pasien. did