Pesan Ramadhan (3)

Memproteksi Diri

Pagi kemarin, saya ketemu teman kuliah, yang mengatakan puasanya digunakan untuk memohon ampunan dari Allah. Alasannya, sejak lebaran tahun lalu, higga jelang Ramadan, ia merasa menambah kesalahan, sengjaja dan tidak sengaja.
Perkataan teman ini membuat saya teringat Rasulullah SAW. yang senantiasa menanti bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan Allah SWT.
Dalam bulan Ramadan, beliau selalu berdoa, "Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan" (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadan).
Doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT ini, memberi pesan moral kepada umat Islam, menyelesaikan puasa pada bulanRamadan dengan kemenangan. Selain doa, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i, bahwa beliau juga berkhotbahketika menyambut bulan ramadhan yang isinya:
"Telah datang kepadamu bulan Ramadan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. Pada bulan itu semua pintu surga terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi."
Maksud dari kalimat, kata sejumlah ulama "pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan setan-setan pun dibelenggu", ialah bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari neraka.
Pesan Ramadhan yang bisa ditangkap dari hadits ini, keutamaan bulan Ramadan banyak sekali. Diantaranya Allah sediakan bagi orang-orang puasa pintu Ar-Rayyan.
Nama ini yang ada dalam hadits muttafq alaihi dari hadits Sahl radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi." (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947).
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dalam keadaan iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, Iman/37).
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Allah berfirman, "Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya dia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah tameng, kalau salah di antara kalian ada yang berpuasa, maka janganlah berkata jorok dan jangan berbicara keras. Kalau ada orang yang menghinanya atau hendak menyakitinya, maka katakanlah, ’Sungguh aku sedang berpuasa.’ Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi. Bagi orang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan; Gembira ketika berbuka dan gembira dengan puasanya ketika bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari, no. 1771).
Amalan ibadah puasa yang selama 1 bulan penuh dilakukan pada bulan ramadan memberikan manfaat, selain menambah keimanan dan nilai-nilai ibadah, puasa juga menjadi alat untuk memproteksi diri dari hal-hal keduniawian yang sangat disukai setan seperti berbuat maksiat dan lainnya, seperti surah An-Nahl:
“Apabila kamu membaca al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98).
Maka itu, umat Islam tahu bahwa membaca al-Quran merupakan amalan yang utama, untuk mencari jalan keselamatan agar terhindar dari godaan setan dan kejahatannya.
Membaca al-Qr-an, di bulan puasa bisa menjadikan kita bersandar kepada Allah yaitu meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan iblis.


*) Penulis adalah Pembelajar Agama Islam Otodidak