Peserta ada Yang Rela ’Nyeker’ Ikut Upacara demi K

Melihat Dari Dekat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lamongan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang setiap tahun diperingati pada 1 Oktober, seperti biasa peringatan itu dilakukan dengan menggelar upacara yang mengundang stakeholder dan organisasi kepemudaan, seperti yang dilakukan oleh Pemkab Lamongan.
MUHAJIRIN KASRUN, Lamongan
Namun upacara kali ini berbeda, selain peserta menggunakan setelan jas, juga ada peserta dengan seragam pendekar yang rela ’nyeker’ bertelanjang kaki, mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Choirul Huda, Senin (1/10).
Meski bertelanjang kaki dan berseragam pendekar, rupanya kehidmatan mereka tidak kalah dengan barisan peleton lainnya yang berseragam rapi dan bersepatu.
Barisan bertelanjang kaki ini adalah peleton Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Lamongan yang terdiri dari para pendekar sejumlah perguruan silat. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pagi itu.
Sementara itu, Bupati Fadeli bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan Ketua DPRD Debby Kurniawan membacakan Naskah Ikrar.
Naskah Ikrar tersebut berisi kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ikrar tersebut diawali dengan narasi bahwa sejak awal kemerdekaan telah terjadi rongrongan terhadap NKRI, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dilanjutkan Debby Kurniawan, rongrongan tersebut dimungkinkan terjadi karena kelengahan dan kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara.
“Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI, “ kata dia. jir