Melalui Inovasi, PG Hemat Rp35,6 M

Dirut PG Rahmat Pribadi memukul gong pertanda dimulainya Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik ke-34. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar Innovation Award Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-34 secara virtual di Gresik, Selasa (25/8).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan KIPG bertujuan sebagai sarana untuk menyampaikan kisah inovasi sukses (sharing knowledge), serta menjadi ajang penghargaan kepada gugus inovasi yang berprestasi pada kurun waktu 2019-2020.

Kegiatan ini utamanya untuk mendorong Insan Petrokimia Gresik, terutama generasi millenial, agar berpikir kreatif dan inovatif. Karena perusahaan membutuhkan berbagai terobosan dalam program transformasi bisnis untuk mewujudkan diri sebagai perusahaan dengan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan, ujar Rahmad.

Kegiatan ini, lanjut Rahmad, juga bertujuan untuk memantapkan tradisi inovasi di perusahaan. Melalui kegiatan seperti ini, perusahaan telah banyak melakukan perbaikan dan peningkatan, baik dari segi kualitas produk, proses bisnis, optimalisasi teknologi, pelayanan, organisasi, dan sebagainya.

Dan yang terpenting adalah bagaimana inovasi dapat memberikan nilai tambah, yaitu melalui efektivitas dan efisiensi biaya produksi maupun operasional perusahaan, ujar Rahmad.

Adapun nilai tambah yang dimaksud adalah adanya nilai realisasi penghematan yang berdasarkan verifikasi internal perusahaan tercatat mencapai Rp 35,6 miliar (direct value creation riil atau penghematan yang berkontribusi terhadap laba). Nilai efisiensi ini merupakan hasil kegiatan dari 1.142 gugus inovasi di Petrokimia Gresik selama 2019-2020.

Dari 1.142 gugus inovasi yang telah bersaing pada ajang Konvensi Inovasi Kompartemen (KIK), sebanyak 119 gugus terbaik kemudian diadu di ajang konvensi inovasi tingkat perusahaan, antara lain 22 Gugus Inovasi Operasional (GIO), 88 Sistem Saran (SS) dan 17 Kelompok 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin).

Selain gugus inovasi, terdapat Sumbang Gagasan (SG) sebagai wadah inkubator ide-ide gagasan seluruh karyawan, dimana pada tahun 2019 berhasil menjaring 2.003 gagasan/ide dari seluruh kompartemen. Sedangkan keterlibatan karyawan dalam KIPG ke-34 ini mencapai 74,6 persen, di atas target yang ditetapkan yaitu 70 persen.

Tidak hanya itu, sebanyak 8 (delapan) anak perusahaan juga mengirimkan 16 gugus untuk berkompetisi. Mereka adalah Petrosida Gresik, Petrokimia Kayaku, Petro Graha Medika, Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG), Aneka Jasa Grhadika, Petrokopindo Cipta Selaras, Petro Jordan Abadi, dan Kawasan Industri Gresik.

Untuk itu, Rahmad mengapresiasi semangat Insan Petrokimia Gresik dalam berinovasi, sebab tidak banyak perusahaan yang menggelar konvensi inovasi selama lebih dari tiga dasa warsa berturut-turut. Petrokimia Gresik telah melaksanakan selama 34 tahun meskipun tahun ini digelar secara virtual akibat wabah Covid-19.

"Kegiatan inovasi secara berkesinambungan ini juga merupakan upaya Petrokimia Gresik memberikan kontribusi positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional," ujar Rahmad.

Potret inovasi Insan Petrokimia Gresik tahun ini juga terbukti menjadi "Most Strength" pada penilaian Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) perusahaan yang telah dilaksanakan 2 (dua) pekan lalu.

Rahmad pun berharap konvensi inovasi ini mampu menjadi katalis dalam percepatan pertumbuhan perusahaan dan menjadi dasar pembentukan karakter di lingkungan Petrokimia Gresik serta anak perusahaan. Sebab Petrokimia Gresik saat ini juga dihadapkan pada tantangan besar untuk menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing global di era disruptif.

“DNA Petrokimia Gresik adalah DNA perubahan. Dalam sejarahnya Petrokimia Gresik selalu sukses menghadapi tantangan, karena para founding father mengajarkan sikap optimistis dan semangat berinovasi. Saya yakin Petrokimia Gresik akan mudah menjawab tantangan tersebut, terangnya.

Menjawab tantangan tersebut, mulai awal 2019 Petrokimia Gresik telah melaksanakan Transformasi Bisnis dengan menetapkan Inisiatif Strategis Transformasi Bisnis (ISTB). Ada 3 (tiga) sasaran perubahan paradigma (shifting paradigm) yaitu Inefisiensi menjadi Efisiensi, Product Driven menjadi Market Driven, dan Subsidiary Orientation menjadi Commercial.

Transformasi bisnis yang selama ini dijalankn perusahaan, lanjut Rahmad, juga menjadi burning platform bagi karyawan dalam mewujudkan Petrokimia Gresik menjadi market leader dan dominant player di sektor agroindustri.

Sementara itu, KIPG yang mengusung tema Sustainable Innovation to Create New Future of Petrokimia Gresik ini juga diisi pemaparan dari Director of Tani Fund Madani Indonesia & Director of Finance PT Tani Hub Indonesia, Edison Tobing untuk memberikan insight bahwa di era digital banyak inovasi yang bisa dilakukan untuk memberikan dampak nyata pada sektor pertanian.

"Semoga sharing knowledge dan apresiasi ini dapat memotivasi kita semua untuk terus berinovasi demi masa depan baru Petrokimia Gresik," tutup Rahmad. did