Mega Terpilih Lagi, Kadernya Dicokok KPK

Kongres V PDIP di Bali kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum masa bakti 2019-2024, Kamis (8/8/2019). Namun di saat yang sama, kadernya yang duduk di DPR RI malah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi PDIP itu diketahui bernama Nyoman Dhamantra, anggota Komisi VI DPR RI asal Bali.
---

Nyoman merupakan tangkapan ke-12 yang diamankan dalam OTT terkait impor bawang putih. OTT sendiri dilakukan pada Rabu 7 Agustus 2019 pukul 21.30 WIB. Ada 11 orang yang diamankan penyidik KPK dalam OTT ini, mulai unsur swasta, pengusaha importir, sopir, dan orang kepercayaan anggota DPR RI. Dalam kasus ini, KPK mengamankan bukti transfer senilai Rp2 miliar. Selain rupiah, penyidik KPK menyita pecahan dolar AS. "Diduga uang untuk anggota DPR," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Pantauan di gedung KPK, Nyoman Dhamantra dibawa masuk ke lobi KPK sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (8/8/2019). Ada dua orang yang mengapit Nyoman saat dibawa masuk. "12 orang totalnya yang kami amankan sampai dengan siang (kemarin), barusan itu ada 1 orang (Nyoman Dhamantara, red) yang kami amankan dari Bandara Soekarno Hatta dan kemudian dibawa ke kantor KPK dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," sebut Febri.

Ketua Badan Hukum PDIP Junimart Girsang mengaku kaget dengan penangkapan Nyoman Dhamantra. Junimart menyebut hingga siang kemarin dia masih berkomunikasi dengan Nyoman. "Belum ada info dan saya masih komunikasi dengan beliau jam 12.40 Wita," kata Junimart saat ditemui di area Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Junimart lalu menunjukkan percakapannya dengan Nyoman. Pada pukul 03.44 Wita, Nyoman pamit meninggalkan kongres ke Junimart karena mertuanya sakit. "Jam 03.44 Wita (dia pamit dari kongres) ada berita mertua sakit. Nih (sambil menunjukkan ponselnya), saya bilang ya semoga lekas membaik dan masih dibalas 12.40 Wita masih balas, siap," ujarnya.

Junimart mengaku tadi malam satu pesawat dengan Nyoman. Tak hanya itu, mereka ternyata juga menyewa hotel yang sama. "Setahu saya, beliau orang baik-baik cerdas santun terbuka orangnya," tutur Junimart yang juga dikenal sebagai pengacara ini.

Sementara itu, tertangkapnya kader PDIP oleh KPK, tak pengaruhi jalannya Kongres. Buktinya, pemilihan Ketua Umum PDIP pun berjalan lancar. Menariknya, Megawati Soekarnoputri kembali dipilih secara aklamasi oleh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia sebagai ketua umum PDIP untuk masa periode 2019-2024. Megawati telah kesekian kalinya menjabat sebagai ketua umum sejak PDIP berdiri pada 1999 silam.

Pengukuhan Megawati sebagai ketum PDIP selanjutnya dilakukan dalam Kongres ke-V PDIP di Denpasar, Bali, Kamis (8/8). "Semua menghendaki secara aklamasi, saya diangkat lagi sebagai ketua umum PDIP periode 2019-2024," tutur Megawati

Megawati mengatakan seharusnya dia membacakan dulu pertanggungjawaban sebagai ketua umum periode 2014-2019. Akan tetapi, prosesi itu tidak dilakukan lantaran seluruh utusan DPD dan DPC se-Indonesia sudah sepakat memilih dirinya kembali menjabat sebagai ketua umum. "Ternyata tidak perlu karena seluruh utusan menyatakan diterima secara aklamasi dan diketok," tutur Megawati.

Megawati Soekarnoputri merupakan putri proklamator kemerdekaan Indonesia yang juga presiden pertama, Soekarno. Megawati lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947, saat Indonesia tengah berperang melawan Sekutu yang ingin merebut kembali kemerdekaan.

Dia pernah menjadi ketua umum PDI pada 1996. Kemudian pada 1999, dia mendirikan PDI Perjuangan sekaligus menjadi ketua umum. Megawati lalu menjadi presiden Republik Indonesia ke-5 menggantikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. n jk/rko