MCM Ajak Cangkruk Bareng Milenial Surabaya

Ki-Ka, Direktur milenial MCM (Juliana Evawati, Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono, ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin, Gus Amik, dan anggota komisi A DPRD kota Surabaya, Arif Fatoni

SURABAYAPAGI, Surabaya - Semalam, Selasa (04/08/20) Milenial Comunity Machfud Arifin atau  MCM Surabaya melalui direktorat milenial, Juliana Evawati mengundang dan mengajak beberapa startup beserta anak minelial Surabaya untuk cangkruk bersama.

Berlokasi di Joybox Surabaya, terdapat 100 milenial Surabaya yang turut hadir untuk membahas bagaimana peran anak Milenial untuk kota Surabaya kedepannya.

Tema yang diangkat ialah What's Next Surabaya? Vol. 1 Surabaya Nanti Jadi Apa? Yang akan membahas seputar anak muda dan enterpreunership.

Para startup juga turut di undang untuk mempresentasikan hasil inovasi mereka, seperti Alinamed, Zeniora, Pak Sayur, Komunal, dan Ternaknesia. Mereka dipilih oleh MCM Surabaya karna dirasa perlu untuk menyampaikan hasil inovasi, khususnya dimana pandemi seperti saat ini.

Terdapat para panelis juga yang terdiri dari, direktur milenial MCM yang menjabat sebagai anggota komisi D DPRD kota Surabaya, Juliana Evawati, anggota komisi A DPRD kota Surabaya, Arif Fatoni, ketua Tim Pemenangan Machfud Arifin, Gus Amik dan Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono.

Para panelis tersebut memperhatikan dengan seksama terkait dengan inovasi dan capaian dari startup yang dibentuk oleh milenial Surabaya. Mereka tentunya juga mendengarkan aspirasi dari para milenial yang bertanya bagaimana peran anak Milenial untuk turut menyumbang keberhasilan di Kota Surabaya.

Juliana Evawati yang merupakan anggota dewan termuda mengungkapkan bila acara yang dibentuk oleh MCM ini yang nantinya akan menjadi wadah dari para milenial yang ingin bergabung seperti Machfud Arifin.

"Cangkruk bareng milenial ini dibuat dengan santai, mereka juga bisa menyampaikan aspirasinya seperti apa. Ada juga startup yang menjelaskan tentang inovasi karena memang di Surabaya mereka masih kurang di perhatikan oleh Pemerintah Kota Surabaya" ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

Juliana yang lebih akrab di sapa Jeje ini juga menuturkan bila belum adanya wadah untuk para startup namun saat ini baru akan di bentuk perda untuk usaha mikro.

Perda ini nantinya akan di spesifikasi untuk usaha mikro, Jeje menilai banyaknya juga anak muda yang merasa kesulitan untuk berinovasi untuk kota Surabaya.

"Pak MA juga sangat mendukung sekali acara ini, bahkan menurut beliau inovasi dari anak-anak muda ini sangat luar biasa. Beliau juga mendukung inovasi yang akan di lakukan oleh anak muda yang bisa bersinergi untuk kota Surabaya." pungkasnya.