•   Rabu, 26 Februari 2020
SGML

Mbah Gemi Buruh Lepas ini Tak Menyangka Rumahnya Bakal di Bedah

( words)
Mbah Gemi saat disambangi oleh wartawan yang tergabung di PWI Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


PWI Lamongan Wujudkan Rumah Layak Huni, Kerja Sama Dinas Perkim dan Warga Perantauan

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mbah Gemi biasa ia dipanggil oleh warga di kampungnya. Wanita yang sudah berumur 64 tahun ini warga Desa Kanugrahan Kec Maduran Lamongan, sama sekali tidak menyangka rumah yang di tempatinya puluhan tahun itu, akan di bedah dan dibangun hingga layak di tempati.

Bedah rumah oleh kumpulan wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, segera akan diwujudkan seiring dengan dana pembangunannya sudah diserahkan oleh PWI melalui Bank Jatim ke mbah Gemi pada Rabu (20/3/2019), bersamaan dengan pasar murah di Kantor Desa setempat.

Wanita buruh lepas ini tak bisa menyembunyikan rasa harunya, saat menerim dana bantuan untuk pembangunan rumah yang diserahkan oleh ketua PWI Lamongan, Bachtiar Febrianto, yang disaksikan oleh seratusan warga setempat.

"Matur suwun nak, mbah ora iso bales opo-opo, mugo-mugo rejekine pean ake lan barokah. (Terima kasih nak mbah tidak bisa membalas apa-apa, semoga rejeki anda banyak dan barokah red)," ujar Mbah Gemi dengan suara lirih.

Saat Surabaya Pagi menghampirinya, Mbah Gemi mengaku kalau selama ini ia hidup bersama dengan saudaranya yang lebih tua. "Aku manggon nang kene karo dulurku, yo podo ditinggal mati bojo.(Saya menempati di rumah ini sama saudaraku, ya sama suaminya sudah meninggal red," terangnya.

Untuk menyambung hidup, ia selain sebagai buruh lepas, juga berjualan gorengan dan minuman siap saji, yang pendapattanya tidak lebih sampai 20 ribu dalam sehari. "Tak utuni ae nak adolan gorengan, oleh titik-titik yowes sing penting iso digawe nyambung urip, (Tak telateni saja nak jualan gorengan, dapat sedikit-sedikit tidak apa-apa yang penting bisa dibuat menyambung hidup," akunya.

Ia sebelumnya sama sekali tidak menyangka kalau rumahnya bakal di bedah lebih baik dan layak dari sekarang. "Aku bersyukur ya Alloh, aku ora nyongko nek umahku ape diapiki, (Saya bersyukur kepada Alloh, saya tidak menyangka sekali kalau rumahnya akan diperbaiki red)," ungkapnya.

Sementara itu Kades Kanugrahan, Khoirul Huda mengaku cukup senang dengan bantuan dana untuk pembangunan rumah Mbah Gemi dari PWI Lamongan. "Ini program yang cukup membantu masyarakat, atas nama Mbah Gemi dan masyarakat Kanugrahan saya mengucapkan terima kasih," ucapnya.

Program PWI ini, disambut apresiasi masyarakat desa setempat yang bekerja di perantuan khususnya yang usahanya kuliner pecel lele. Warga yang ada diperantauan merasa terpanggil untuk ikut bersama-sama dengan PWI Lamongan membantu mewujudkan rumah layak huni untuk mbah Gemi.

"Alhamdulillah warga yang diperantauan mendengar kalau rumah mbah Gemi bakal di bedah PWI, merekapun langsung terpanggil untuk ikut membantu, bahkan rumah nya nanti benar-benar diwujudkan layak huni," aku Kades Kanugrahan.

Sementara itu Bachtiar Febrianto ketua PWI Lamongan mengatakan, kalau program bedah rumah ini sudah menjadi agenda tahunan dari para wartawan Lamongan yang tergabung di PWI.

Tahun ini katanya, ada 3 rumah yang mendapatkan program bedah rumah. Selain Mbah Gemi, ada dua lagi yakni Darno warga Desa Puter Kecamatan Kembangbahu, dan Khoiri warga Dusun Jogo Desa Dermolemahbang Kecamatan Sarirejo.

Kegiatan bedah rumah ini terselenggara berkat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), masih dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 2019, dan HUT PWI ke 73. jir

Berita Populer