•   Jumat, 28 Februari 2020
Pilpres 2019

Mau Jadi Cawapres Jokowi, ini Pengakuan Ma’ruf Amin

( words)
Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin.


SURABAYAPAGI.com - Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan bahwa dirinya mengikuti kontestasi Pemilu 2019 bukan sekadar keinginan pribadi. Sebagai Mustasyar PBNU, ia juga menyebut ditugaskan oleh para kiai sepuh yang memintanya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Demi kepentingan yang lebih besar, demi kepentingan bangsa dan negara, atas dorongan para ulama, desakan para ulama, maka saya bersedia untuk menjadi calon wakil presiden Republik Indonesia," kata Ma’ruf saat hadir dalam acara Ijazah Kubro yang dihelat di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Jawa Timur, Selasa, 22 Januari 2019.
Dalam acara itu para kiai sepuh atau kiai khos duduk mendampingi Ma’ruf yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Ma’ruf mengatakan, ulama harus mengambil peran besar di luar jalur kultural.
"Karena saya ingin secara struktural mengawal NKRI, yang diwariskan oleh para pendiri bangsa ini oleh para ulama. Oleh karena itu, keutuhan bangsa ini harus kita jaga, harus kita rawat," kata Ma’ruf.
Di kesempatan yang sama, KH Anwar Iskandar yang mewakili para kiai sepuh, menyatakan dukungannya kepada Ma’ruf yang juga cicit Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Nawawi Al Bantani.
Kata dia, sudah sepantasnya pesantren, para santri, dan para kiai mendukung mantan Rais Am PBNU tersebut.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu, kehadiran Ma’ruf merupakan berkah sekaligus mengingat jasa Syekh Nawawi yang banyak melahirkan banyak ulama besar di Indonesia.
"Kalau kita ini bisa membantu beliau artinya kita membantu Indonesia. Membantu rumah besar kita yang namanya NKRI. Paham mboten," ujarnya.
"Hari ini berkah masyarakat Islam se-Mataraman bisa ketemu Kiai Ma’ruf Amin. Artinya ketemu guru, cucu buyut dari guru-gurunya kiai seluruh Indonesia." katanya. as/v

Berita Populer