•   Minggu, 15 Desember 2019
Uncategories

Mau Cari Laba dari Medsos? Inilah Tips-Tipsnya

( words)
Ilustrasi Sosial Media


SURABAYAPAGI.com - Kita tentu penasaran mengapa para blogger atau instagramer bisa begitu populer dan mendapatkan pundi-pundi uang dari media sosial tersebut?
Nah, kini rasa penasaran tersebut akan dijawab oleh tiga influencer tenar yang berhasil meraup banyak uang hanya dengan bermodal media sosial.
Berikut sejumlah rahasia sukses mereka.
1. Selalu gunakan hastag
Marie Denee meraup pendapatan besar lewat laman thecurvyfashionista.com dan menjadi pakar mode khusus wanita bertubuh "plus" yang terkenal di media sosial.
Marie mengatakan, menggunakan hashtag hanya membutuhkan waktu semenit, tapi bisa menjadi kunci untuk menambah followers.
Lebih banyak followers berarti permintaan dari pengiklan untuk mensponsori konten kita akan lebih banyak lagi.
"Kami memiliki hastag #tcfstyle, dan terkadang menampilkan ulang gambar dari pembaca dan pendukung kami," ucap dia.
Wanita tersebut juga mengaku sering mengunggah meme lucu dan mencampur gambar dari unggahan di blog-nya.
Hastag mempermudah pengikut inti untuk melacak konten kita, dan hastag yang mainstream seperti #plussizefashion membuka "lapangan permainan" bagi pengikut baru untuk menemukan kita.
2. Balas komentar dan jujurlah pada konten
Marie Denee mengatakan, membalas dan menyukai komentar membuat kita tetap terhubung dengan publik. Terutama karena pengguna Instagram menginginkan hal ini juga.
Interaksi adalah apa yang membuat orang kembali, dan apa yang dimaksud influencer sebagai "layanan pelanggan".
Jika seorang pengikut ingin tahu di mana Marie Denee mendapatkan bajunya, dia dengan senang hati menjawabnya, karena itu berarti ada orang yang memperhatikan kontennya.
"Dan itulah yang sebenarnya ingin dilihat oleh para sponsor. Apakah kalian membalas atau mengirim materi baru," kata Marie Denee
"Jadilah apa adanya. Jadilah ramah. Jadi diri sendiri. Kalian tidak perlu menjadi sempurna sepanjang waktu," tambahnya.
Seringkali akun instagram yang paling populer adalah milik orang-orang yang menawarkan kedalaman nyata dari kehidupan mereka.
Misalnya, menunjukan selulit, jerawat, dan rambut yang buruk pada konten yang mereka buat.
Tidak mungkin kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya demi mengatur satu foto yang tanpa cela.
3. Buat rencana
Blogger Amy Oztan, pendiri AmyEverAfter.com dan seorang influencerteknologi, menyarankan agar kita tidak memposting konten secara sembarangan.
"Saya mulai memajang gambar dengan urutan tertentu sehingga masing-masing kolom memiliki tema, yang butuh perencanaan namun terlihat menarik," ucap dia.
Blogger wanita tersebut juga mengatakan, dia mulai menggunakanhastag untuk 4-5 jenis gambar yang di-posting-nya, seperti#AmyIztanSelfies atau #AmyOztanFood.
Penggunaan hastag, kata Amy, adalah cara yang bagus untuk membuat seseorang tertarik dengan konten yang kita buat.
"Mungkin seseorang tidak peduli dengan gambar perjalanan, tapi mereka menyukai gambar makanan, jadi mereka mengikuti gambar makanan saya."
"Lalu, saya bisa mengajukannya ke sponsor," tambah dia.
Mengelompokkan konten dengan tema besar atau menyatukan konten adalah cara khas para influencer untuk mempengaruhi pengikutnya.
4. Beri harga wajar pada konten
Amy Oztan mengaku bahwa dirinya tidak pernah mematok harga tinggi pada sponsor karena dia menyadari akun instagramnya masih terbilang kecil.
Amy hanya mematok bayaran sebesar 20 dollar AS atau sekitar Rp 271.000 untuk 1.000 followers.
5. Pantau unggahan dan analytics
Amy Oztan memperingatkan, memposting banyak gambar sekaligus dapat 'membanjiri' timeline pengikut kalian.
Sebagai gantinya, dia merekomendasikan untuk menemukan perangkat lunak yang membantu mengatur waktu postingan dengan interval yang masuk akal.
"Tip terbaik saya adalah menggunakan penjadwal seperti Plann atauTailwind dan benar-benar memikirkan beberapa gambar yang akan kalian poskan selanjutnya," kata dia.
"Jangan pikirkan Instagram sebagai tempat untuk memposting 'hei, inilah yang saya lakukan saat ini juga!' Kurasakan gambarmu dan sebarkan semuanya," tambahnya.
Seperti semua hal lain dalam hidup, Instagram juga menerapkan permainan angka. Dan, itu adalah berita bagus untuk para pemikir analitis yang mendalam di luar sana.
"Saya memantau analytics secara teratur dan mengukur jangkauan untuk melihat sejauh mana kiriman saya," ucap James Hills, pendiri situs perjalanan dan gaya hidup pria, ManTripping.com.
"Saya juga melihat tingkat pemakaian untuk memantau apakah mungkin ada sesuatu yang diterima dengan baik atau jika saya baru saja memposting pada waktu yang salah," tambahnya.
6. Pikirkan siapakah yang akan memperhatikan konten
Salah satu tip terbesar Hills adalah membuat konten yang mempesona, bergerak, atau menggairahkan orang.
Apakah memposting tentang kopi yang kita nikmati di pagi hari akan mengubah hari seseorang? Mungkin tidak.
Tapi jika itu adalah video tentang bagaimana membuat kopi, kalian mungkin mendapati bahwa unggahan tersebut menjadi viral karena bayak orang yang akan memperhatikannya.
Hills juga menyarankan kepada kita untuk bertanya pada diri sendiri apa yang membuat orang lain tertarik pada konten kita, dan apakah keunikan dari konten yang akan kita unggah.
Jika kita bisa menjawab semua itu, maka meraup untung dari sosial media bukan hal mustahil.
Kalian juga bisa memanfaatkan Instagram Stories, sebuah fungsi yang relatif baru dalam Instagram yang digunakan juga digunakan Amy Oztan dan James Hills.
Apa yang kita unggah dalam instagram stories memang hanya bertahan selama 24 jam, namun mereka memberi gambaran sekilas tentang siapa yang melihat profil Instagram kita.
Hal itu sekaligus dapat membantu influencer menghasilkan jumlah uang yang lebih cepat dalam suasana yang lebih santai.
Kalian dapat mengunggah puluhan cerita setiap hari, dan mereka tidak akan membanjiri timeline pengikut karena mereka punya pilihan untuk melihatnya atau tidak. (kp/cr)

Berita Populer