Masjid Arif Nurul Huda Ikon Polda Jatim

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polda Jawa Timur memiliki masjid termegah se Indonesia untuk tingkat Polda. Dimana ketika kita melintas di frontage road Barat jalan Ahmad Yani Surabaya. Kemegahan masjid pun tak hanya terlihat dari sisi luar saja. Di dalam bangunan masjid, ornamen ukiran kayu dan batu marmer menghiasi seluruh sudut ruangan.
Masjid yang dibangun di lahan seluas 875 meter persegi tersebut dibangun dengan waktu yang cukup singkat. Peletakan batu pertama dilaksanakan 8 Februari 2017. Pada akhir Desember 2017, masjid sudah selesai dikerjakan atau membutuhkan waktu 10 bulan.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, sejak Desember 2017 masjid sudah jadi. Saat itu, pihaknya juga melakukan khataman Al Quran sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan masjid.
Dalam waktu dekat ini, Masjid Arif Nurul Huda bakal segera diresmikan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.
“Sebenarnya sudah diagendakan tanggal 8 Februari (peresmian oleh Kapolri, red). Namun karena penyesuaian jadwal Kapolri, maka Insha Allah peresmian akan dilakukan tanggal 13 Februari,” jelas Kapolda.
Ia mengungkapkan kisah awal pembangunan masjid yang berada di sisi depan Mapolda Jatim tersebut.
“Saat awal saya bertugas di Polda Jatim, saya sangat prihatin karena Masjid Nurul Huda yang ada di dalam tidak bisa menampung jamaah saat Sholat Jumat. Bahkan sholat sampai di aspal jalan,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu menanyakan pada Wakapolda Jatim saat itu (Brigjen Pol Gatot Subroto). “Apakah ada lahan kosong milik Polda yang dapat digunakan untuk membangun masjid?” tanyanya pada Wakapolda. “Siap. Ada komandan. Lahan di depan Mapolda bisa digunakan,” ucapnya menirukan jawaban Wakapolda saat itu.
Irjen Machfud lalu tanpa berpikir panjang dan tanpa melalui rapat perencanaan langsung meminta peletakan batu pertama Masjid Arif Nurul Huda segera dilakukan. “Alhamdulillah. Tanpa rapat persiapan, peletakan batu pertama bisa dilakukan 8 Februari dan sekarang sudah jadi,” jelasnya.
Mengenai desain masjid, Kapolda Jatim mengaku terinspirasi oleh masjid di Kalimantan Selatan. Lantas ia mengadopsi beberapa konsep masjid tersebut untuk diterapkan pada konsep masjid Mapolda Jatim yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar dan termegah milik Polda se-Indonesia.
Mengenai penamaan masjid, Irjen Machfud menjelaskan jika nama Nurul Huda diambil dari nama masjid yang sudah ada di Mapolda Jatim. Penambahan nama Arif, kata dia, bermakna agar seluruh upaya penegakan keadilan atas hukum di Mapolda Jatim bisa berjalan dengan arif atau bijaksana. “Di masjid ini tempat anggota bisa mendekatkan diri dengan Allah atau Hablum Minallah dan juga Hablum Minannas antara pimpinan dengan anggota dan juga anggota dengan masyarakat umum,” ungkapnya.
Kapolda menjelaskan, masjid ke depannya dapat dimanfaatkan untuk seluruh anggota Polda Jatim dan masyarakat Jawa Timur. “Masjid ini terbuka untuk umum. Saat Jumatan (Sholat Jumat, red) gerbang akan dibuka dan masyarakat bisa sholat di sini. Bisa digunakan untuk pengajian dengan mendatangkan kyai kondang yang banyak jamaahnya juga secara periodik. Masjid bisa digunakan untuk akad nikah juga. Namun tidak digratiskan karena harus mengganti biaya operasional seperti AC juga butuh listrik,” jelasnya.
Atas terselesaikannya pembangunan Masjid Arif Nurul Huda, Kapolda menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang mendukung. “Masjid bisa jadi bagus karena ada dukungan banyak pihak. Ada dari Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, serta mitra Polda Jatim yang ikut menyumbang. Termasuk seluruh anggota Polda Jatim juga. Ada yang sumbang satu sak semen dan ada yang turut mendoakan. Saya pribadi sangat berterima kasih,”pungkasnya.nt