•   Sabtu, 29 Februari 2020
Pilpres 2019

Ma’ruf Bantah jadi Alat Politik Jokowi

( words)
Calon Wakil Presiden nomor 01, KH Ma’ruf Amin. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin yakin penunjukan dirinya sebagai cawapres tak lantas menjadikan dirinya diperalat secara politik oleh Joko Widodo.
Ma’ruf menegaskan bahwa dirinya telah memahami betul seluk beluk dunia politik di Indonesia, sehingga tak mungkin dia diperalat. "Masa saya jadi alat [politik]. Saya tentu paham politik, tak mungkin dijadikan alat (politik Jokowi)," kata Ma’ruf di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Minggu (16/12).
Ma’ruf menegaskan, dirinya memutuskan untuk menerima tawaran menjadi cawapres Jokowi karena ingin berjuang untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia. "Saya menerima tawaran menjadi cawapres adalah untuk memperjuangkan kemaslahatan bangsa ini," kata dia.
Ma’ruf lantas merinci rekam jejaknya yang sedari muda sudah menjabat posisi pimpinan di sejumlah parpol maupun lembaga negara yang dia ikuti. Di dunia politik, Ma’ruf diketahui tercatat pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia juga tercatat aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan dirinya menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama setelah didirikan oleh mantan presiden Abdurahman Wahid.
Dari sisi organisasi kultural, Ma’ruf sendiri pernah tercatat sebagai Rais Aam PBNU dan masih aktif menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indoesia (MUI). "Sejak muda saya sudah jadi anggota DPRD DKI, menjadi anggota DPR-MPR, menjadi Dewan Pertimbangan Presiden dua periode, menjadi Rais Amm PBNU, Ketua MUI, mana bisa diperalat," kata dia.
Ma’ruf pun menyarankan agar para santri maupun kiai Nahdhatul Ulama (NU) tidak takut berkecimpung di dunia politik. Sebab, para santri dan kiai NU turut memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin Indonesia sejak dulu hingga saat ini.

Berita Populer