Literasi Bermedia Sosial Perlu Diperhatikan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kondisi media sosial di Indonesia saat ini bisa dibilang dalam posisi darurat. Pasalnya, semangat literasi bermedia sosial yang baik belum dihayati oleh masyarakat. Terlebih lagi oleh para generasi muda.
Hal tersebut diungkapkan oleh pakar komunikasi politik Suko Widodo di acara Seminar Jurnalistik: "Mengedukasi Generasi Muda untuk Cerdas Bermedia Sosial". Acara tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Surabaya, Minggu(14/01).
"Generasi muda adalah generasi media sosial. Hampir tidak ada kan anak muda di perkotaan yang tidak memiliki media sosial? Sayangnya, mereka ini terjebak dalam penggunaan media sosial yang salah," ujar Suko pada kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, menurut Doktor lulusan Unair itu, ada beberapa dampak serius yang diakibatkan oleh rendahnya literasi bermedia sosial. "Salah satunya, generasi muda menjadi tidak bijak dalam bermedia sosial," tegasnya.
"Untuk itu, Ada beberapa yang harus dilakukan. Diantaranya adalah berpikir kritis. Logikakan sebuah pesan dengan baik, jika kita membaca pesan tersebut saja tidak paham dan tidak jelas sumbernya ya jangan langsung di share," lanjut Suko.
Di sisi lain, kreativitas dalam setiap tulisan di media sosial juga menurut Suko juga perlu menjadi fokus bagi para generasi muda untuk meningkatkan literasi bermedia sosial mereka. "Jangan terjebak dalam tulisan yang merendahkan pihak lain dan pada akhirnya akan menciptakan kondisi yang tidak nyaman. Bagaimanapun, generasi muda harus punya kemampuan komunikasi yang baik. Sebab apa yang kita tulis di media sosial mencerminkan bagaimana diri kita," jelasnya.
"Era generasi milenial saat ini menuntut untuk berkolaborasi dan bijak berteknologi. Kita harus tahu kapan menggunakan media sosial dan apa yang kita sampaikan di media sosial. Yang terpenting adalah melatih diri untuk menghargai ruang publik," pungkas pria yang juga Kepala PIH Unair tersebut. ifw