Lindra Akomodir Peningkatan Infrastruktur dan Ekonomi Nelayan Tuban

TUBAN, SURABAYAPAGI.COM - Kebutuhan masyarakat Kabupaten Tuban Jawa Timur terkait sarana infrastruktur pesisir disampaikan langsung saat bertemu Aditya Halindra Faridzky, anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar yang sedang melaksanakan Reses. Persoalan terkait pelabuhan tambat yang tak sepadan dengan jumlah perahu nelayan hingga bagi hasil Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dengan pemerintah desa.

Seperti yang disampaikan, Wahyu warga, Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Perahu yang setiap hari digunakan untuk mencari ikan seringkali rusak tergerus ombak karena tidak memiliki tempat bersandar usai melaut. “Kapal kami sering rusak karena infrastruktur kurang memadai, maka kami mohon diperhatikan lagi,” usulnya, saat Reses di kantor Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban, Minggu (24/11/2019).
Sedangkan, Aji wiyoto Kepala Desa Karangagung juga menyampaikan kepada Aditya Halindra bahwa ada beberapa hal yang diinginkan untuk diusulkan ke Gubernur Jawa timur. Ini berkaitan dengan kondisi masyarakat desa Karangagung 92,8 persen adalah nelayan. setiap tahun mengeluhkan problem bahwa 2 bulan kesulitan kalau mau berangkat melaut. Karena memerlukan pengerukan di tepi laut dan pembangunan maupun pembenahan tambatan perahu. “Juga kami berharap Sinergi dengan program desa. Banyak pembangunan jalan setapak warga. Bisa diturunkan pembangunan di desa kami,” usulnya.

Sementara itu, Aditya Halindra atau akrab disapa Lindra mengaku siap memperjuangkan aspirasi dari masyarakat. Baik itu di kabupaten bersama dengan seluruh anggota fraksi Golkar DPRD Tuban. “Nanti saya perjuangkan ke Provinsi melalui jalur DPRD Jatim, Silakan usulkan kepada kami kebutuhan sebanyak banyaknya dan sebesar besarnya,” ujar Putra Ketiga mantan Bupati Tuban Haeny Relawati ini.

“Kita di Tuban ini Golkar punya 9 anggota dprd kab, saya di DPRD provinsi dan DPR RI
Kalau ada masalah di tingkat kabupaten yang tidak bisa selesaikan, akan kami selesaikan ke tibgkat provinsi, kalau provinsi tidak bisa selesai, maka kita selesaikan ke tingkat DPR RI,” jelas Lindra yang juga Ketua DPD Golkar Tuban ini.

Politisi muda ini berharap masyarakat menyampaikan usulan ke wakil rakyat terkait peningkatan ekonomi dari hulu hilirnya. Usulkan lebih dari sekedar bibit lele, tapi juga alat pengolahan ikan dan sebagainya. Mintalah yang besar. Kelompok harus bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. “Kami tidak ingin bermanfaat hanya untuk satu kelompok saja, tapi harus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Berkaitan dengan sumber daya manusianya. Segaris dengan yang disampaikan Gubernur Khofifah, dimana di tingkat rumah tangga sudah menjual barang jadi, bukan barang mentah lagi. Masyarakat harus mulai mengikuti pelatihan dan sertifikasi halal atau bapepom. Agar meningkatkaln nilai jual dengan menjual ikan sudah berupa olahan. “Misalnya mengusulkan alat pengolahan ikan menjadi sarden atau krupuk ikan,” sarannya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga berharap Pengelolaan PPI kembali bisa memberikan kontribusi pendapatan desa. Namun lebih dari itu, Lindra mengaku akan mempertanyakan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim agar pengeolaan PPI Karangagung bisa diambil alih. Menurutnya, PPI ini jika dikelola dengan baik bisa menjadi desa wisata. Sehingga bisa meningkatan pendapatan. “Cita-cita saya TPPI Karangagung seperti pelabuhan ikan di jepang.
Di depan pelabuhan sudah ada market yang besar. Lalu ada restoran serba ikan yang bersih dan ramai. dengan begitu, ekonomi desa bisa naik tinggi,” pungkasnya. rko