Lemot Cari Cawabup, DPD Gerindra Jatim Usulkan Ubah Rekom BHS

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Abdul Malik SH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Belum jelasnya nama calon wakil bupati yang siap digandeng Bambang Haryo Soekartono (BHS) di Pilkada Sidoarjo, membuat pengurus DPD Partai Gerindra Jatim geram. Mereka lantas memperingatkan bakal ada perubahan rekomendasi dari Partai Gerindra.

Hal itu disampaikan H.Abdul Malik SH.MH wakil ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, yang juga kordinator daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo, Senin (3/8/2020).

“Kalau sampai akhir bulan ini BHS (Bambang Haryo Soekartono) tidak menyetorkan nama calon wakil bupatinya, maka kami akan mengusulkan nama Nur Ahmad – Mimik Idayana sebagai calon alternatifnya,” tegas Abdul Malik.

Soal calon wakil bupati yang akan diusung BHS tersebut, Abdul Malik mengatakan haruslah berasal dari struktural PKB Sidoarjo atau minimal putra pengasuh Pondok Pesatren Bumi Sholawat Sidoarjo, Gus Muhdlor.

Keharusan ini, menurutnya didasarkan pada hasil survei dan kajian lapangan yang dilakukan olen tim dari DPD Gerindra Jatim. Jika kajian tersebut diabaikan, pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut berani memastikan Gerindra akan kalah di Pilkada Sidoarjo yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Saat disampaikan bahwa dalam Pilkada sebelumnya, kader PKB yang mencalonkan diri dari luar kubu parpol besutan Gus Dur justru mengalami kekalahan, Abdul Malik mengatakan, “ya mungkin saja jaman akan berubah,” kilahnya.

Ia ngotot mengatakan bahwa pilihan terbaik bagi parpol berlogo kepala Garuda itu saat ini adalah mengusung pasangan Nur Ahmad – Mimik Idayana sebagai representasi dari koalisi PKB dan Gerindra. “Kalau Gerindra mau menang, ya cuma itu pilihannya,” tandas Malik.

Pertimbangannya ada dua. Yang pertama, pasangan calon tersebut tidak membutuhkan biaya politik yang terlalu besar karena sebagai incumben, Nur Ahmad sudah memiliki popularitas dan tinggal didongkrak sedikit untuk menjadi elektabilitas. Keuntungan ini yang menurutnya tidak dimiliki oleh BHS.

Apalagi jika orang yang digandengnya nanti tidak sesuai dengan kriteria yang disampaikannya. Faktor kedua yang menjadi dasar penilaiannya adalah Mimik Idayana jauh lebih intens dalam upayanya membangun komunikasi dengan para pengurus DPD maupun DPC Partai Gerindra dibanding BHS.

Saat disampaikan tentang kemungkinan jika PKB memberikan rekomnya pada Cak Nur namun tidak bergandengan dengan Mimik, Abdul Malik mengatakan Gerindra tetap akan berpartisipasi dalam Pilkada mendatang namun tidak akan bisa menang.

Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Kayan memberikan batasan waktu hingga Agustus mendatang pada BHS untuk memenuhi amanat partai, yakni mencari pasangannya dalam Pilkada Sidoarjo. Sg