Legenda Bajul Ijo: Empat legenda Persebaya Akan Dipertemukan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Empat legenda Persebaya Surabaya bakal bertemu di pinggir lapangan.

Mereka Ialah Aji Santoso, Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, dan Jacksen F. Tiago.

Seperti diketahui, nama keempat tokoh itu terpatri di hati Bonek, lantaran mereka pernah mengukir sejarah di tahun 1990an.

Kala itu, Aji Santoso menjadi nahkoda the Dream Team Persebaya.

Aji Santoso memimpin Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, dan Jacksen F. Tiago.

Pelatih asal Malang ini berhasil mengantarkan Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia musim 1996-1997.

Kini mereka siap untuk bertemu ketika Persebaya Surabaya menjamu Persipura Jayapura.

Bedanya Aji, Bejo dan Uston membela panji Persebaya. Sedangkan Jacksen menjadi nahkoda Persipura Jayapura.

Di masa lalu, Aji Santoso menjadi kapten Persebaya Surabaya di umur 27 tahun.

Jacksen berusia 29 tahun. Sedangkan Uston dan Bejo merupakan rising star tim berjulukan Bajul Ijo.

Saat itu Uston berusia 19 tahun, dan Bejo telah berusia 20 tahun.

Jelang pertemuan kedua tim, Aji, Bejo, dan Uston mengenang gaya permainan yang menjadi ciri khas Jacksen saat bersama-sama berkostum Green Force.

Selain itu, sosok Jacksen dianggap punya aura juara karena pernah menjadi pelatih saat Persebaya juara Liga Indonesia musim 2004.

“Saat saya (bermain) sama Jacksen, kami menjadi tim yang selalu bermain menyerang. Sosoknya sangat tajam didepan gawang lawan saat masih aktif bermain. Sekarang sebagai pelatih, saya lihat Persipura di kendali Coach Jacksen cukup impresif,” terang Uston Nawawi, dikutip dari laman Persebaya.id.

Sementara Bejo mengakui acksen memiliki semangat seperti Arek Suroboyo.

Mantan pelatih Barito Putera itu, menurut Bejo Sugiantoro, piawai membangkitkan mental juara skuadnya.

“Selama bermain, ia memiliki ambisi, dan selalu termotivasi untuk menang,” tegas ayah dari Rachmat Irianto ini.

Di sisi lain, Aji memuji kualitas Jacksen semasa menjadi pemain maupun pelatih.

Hal ini dibuktikan dengan karir Jacksen yang semakin meroket, bahkan ia membela klub-klub besar di Indonesia.

“Saya sangat tahu sejak dulu semasa bermain kalau Coach Jacksen, pemain yang sangat berkualitas. Sekarang sebagai pelatih, Jacksen punya keseimbangan, antara menyerang dan bertahan,” tutur Aji Santoso.