Ledakan Ganggu Nobar Debat Capres di Jakarta

SURABAYA PAGI, Jakarta - Di saat Jokowi dan Prabowo terlibat debat, ledakan keras terjadi dari area nobar (nonton bareng) debat capres di parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, semalam (17/2). Akibatnya, para peserta nobar dari kedua pasangan capres berhamburan berlarian. Meski tak ada korban jiwa, namun polisi tetap memburu pelaku. Polisi pun mengecek rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku.
---
Suara ledakan yang terdengar sekitar pukul 20.13 WIB itu menyebabkan asap putih membumbung. Polisi dan petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan area yang diduga menjadi sumber ledakan. Petugas Polda Metro Jaya sudah mengecek rekaman CCTV. Pengecekan ini untuk mengejar pelaku.
Dentuman keras ini terdengar kencang hingga radius ratusan meter, dari arah lokasi nobar parkir timur senayan. Ada ratusan penonton yang hadir di acara nobar langsung berlari panik, bahkan hingga menangis. "Itu apa kencang banget suaranya kayak bom. Ledakan ini ganggu penonton nobar," ungkap seorang penonton panik sambil berlari.
Sampai pukul 23.00 wib, Polisi tengah mensterilkan lokasi dan melarang siapapun mendekat ke arah lokasi sumber suara dentuman tersebut.
Seorang peserta nobar debat capres dari kubu pendukung Jokowi-Ma’ruf, Rendi (30), mengatakan ia sempat melihat ledakan dari sebuah dus yang dibungkus plastik putih. "Abang lagi beli rokok lewat, enggak jauh dari posko perbatasan pas pertigaan ini, saya lewat tiba-tiba meledak," cerita dia.
Menurutnya, dus tersebut tampak tergeletak di bawah dengan sampah-sampah. "Pas saya lewat meledak. Radius lima meter," kata dia. Anggota kepolisian pun tampak mulai menyisir dan mensterikan lokasi diduga sumber ledakan di sekitar area nobar debat capres.
Tina, saksi lainnya mengaku terkejut mendengar suara ledakan tersebut. Ia melihat asap bermunculan hingga tercium menyerupai bau petasan. "Awalnya saya kira ban meletus. Kuping saya sampai budek, ada asapnya putih, banyak. Saya tidak merhatiin baunya, kayak bau petasan, sekali ledakan," ujar Tina saat ditemui di lokasi.
Tina menduga ledakan itu berasal dari dalam mobil. Namun lantaran merasa khawatir, Tina langsung berlari. Ia mengaku tak melihat ada korban akibat ledakan tersebut. "Awalnya ada mobil lewat, dari mobil dia lempar sesuatu. Terus meledak itu. Setelah itu saya lari, tidak lihat kalau ada korban," katanya.
**foto**
Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara terkait ledakan yang terjadi di depan venua aquatik kompleks Gelora Bung Karno (GBK), semalam (17/2). Eddy mengatakan berdasarkan hasil olahTKP sementara, ledakan diduga akibat petasan. "Hasil sementara yang kita temui sementara ya berupa ledakan petasan," kata Eddy di Kompleks GBK.
Eddy menjelaskan bahwa ledakan terjadi pukul 20.15 WIB. Polda Metro Jaya langsung mengamankan TKP dan melakukan olah TKP dengan uji bom. Saat ini polisi masih melakukan lidik untuk mencari tahu siapa pelakunya.
Eddy menegaskan tidak ada korban baik manusia maupun materi dalam peristiwa tersebut. Saat ini garis polisi juga telah dibuka oleh kepolisian. "Tentu ada tahapan-tahapan yang akan kita lakukan yang pertama kita melihat dari CCTV, siapa yg menaruh disana ini masih kosong. Sementara ini dari hasil olah TKP ini adalah petasan," tandasnya. n