•   Selasa, 7 April 2020
Kriminal

Lawan Perampok, Ibu-ibu Tersayat Pisau

( words)
Indra Purnomo Agung dan pisau yang digunakan untuk merampok. FOTO SP/FIRMAN


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aksi perampokan di sebuah rumah jalan Kalikepiting Bhakti I/15 Surabaya, berhasil digagalkan oleh korbannya sendiri, kemarin. Namun, korban yang merupakan ibu rumah tangga itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di tangan kanannya akibat merebut pisau yang ditodongkan sang pelaku perampokan.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pelaku sudah merencanakan aksinya dengan matang setelah mendengar informasi jika korban mendapat kiriman uang dari Malaysia. Ia pun menyiapkan sebuah kaus guna menutup wajahnya, sebuah lakban untuk membekap korbannya, dan sebilah pisau dapur untuk menakuti dan mengancam korbannya.
Keesokan harinya pelaku bernama Indra Purnomo Agung (33) warga Pacar Kembang V B2/18 E Surabaya ini mendatangi rumah korban Kusmiati. Saat itu, pelaku menyelipkan baju yang hendak digunakan menutup wajahnya di balik celananya.
Saat korban menyiram tanaman di depan rumah, pelaku menyelinap masuk melalui pintu belakang. Selanjutnya pelaku menggunakan penutup wajah dari kaos dan masuk ke dalam kamar korban.
Curiga dengan suara aneh di dalam, korban pun masuk. Pelaku yang kaget langsung mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkannya di leher korban.
"Jangan sampai teriak, saya bunuh kamu," ucap pelaku seperti ditirukan korban.
Korban yang spontan langsung merebut pisau dengan tangan kanannya dan berteriak. Beberapa warga datang dan mengamankan pelaku, sementara itu tangan kanan korban luka parah akibat menggenggam mata pisau dan merebut pisau tersebut dari pelaku.
Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno menuturkan pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait kejadian tersebut. Dengan mengerahkan anggota reskrim, pelaku bisa diamankan dari amuk massa. "Sudah ditangkap warga, sempat mau dihajar, beruntung anggota kami bergerak cepat ke lokasi mengamankan pelaku dan barang bukti. Ada simbahan darah juga di lokasi," ujar Prayit, Minggu (14/1).
Lebih lanjut, Prayit mengatakan jika pelaku nekat beraksi karena butuh uang untuk pulang kampung dan memberi uang kepada ibunya. Sebelumnya, pelaku berbincang dengan temannya dan mendapat informasi jika korban mendapat kiriman uang. "Letak rumah pelaku dan korban itu tidak terlalu jauh, hanya beda gang saja. Kemudian pelaku nekat karena butuh uang buat memberi ibunya obat. Katanya sedang sakit di kampung," tutupnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini. Korban masih dirawat di rumah sakit akibat pendarahan karena luka sobek serius di tangan kanannya. n fir

Berita Populer