Launching Galeri, Maestro Batik Diah Gardenia X Eko Tjandra di Surabaya

Diah Gardenia Perancang Batik Surabaya berkolaborasi dengan Eko Tjandra official. SP/ Byt

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Diah Gardenia Perancang Batik Surabaya berkolaborasi dengan Eko Tjandra official designer dari putri indonesia mengadakan pembukaan galeri DE.PRA.LA di Royal Singosari Cendana.

Fokus pada seni lukis dan seni membatik sejak belia membuat Diah Gardenia terus menciptakan karya-karyanya hingga saat ini, seperti pada launching opening Gallery dengan busana 'Wedding Tradisional'.

Karya-karya batik yang diciptakan Diah sangat lekat dengan motif-motif alam, seperti tumbuhan, bunga, daun, serta fauna khas Indonesia.

"Sejak dulu, saya sangat suka melukis dan membatik. Dari kegemaran tersebut, maka bagaimana caranya saya bisa mengerjakan dua-duanya sekaligus. Akhirnya tercetus ide untuk membuat batik tulis tangan," ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

Objek yang diangkat oleh Diah merupakan ketakjubannya kepada atas keindahan yang diciptakan oleh Tuhan dan di ekspresikan melalui karya-karya batiknya.

"Melihat alam, bunga, dan ciptaan Allah yang lain, saya situ kagum. Gradasi dan warnanya sangat indah, membuat hati bahagia. Kekaguman dan kebahagiaan ini saya tuangkan lewat desain," tuturnya.

Pada saat pandemi seperti saat ini, Diah menjelaskan bila warlrna-warna cerah yang ia usung dirasa cocok untuk menaikkan suasana hati masyarakat yang sedang gelisah dan ketakutan.

"Saya juga belajar tentang psikologi warna, kalau dalam psikologi warna itu bisa membuat mood seseorang jadi semakin baik. Jadi, orang yang melihat atau memakainya akan merasa lebih senang," terangnya.

Memadukan keindahan teknik melukis dan digital, Diah Gardenia dan Eko Tjandra berkolaborasi menyajikan koleksi batik yang trendy, ready to wear dan zero waste.

“Batik tak lagi hanya digunakan saat-saat perayaan juga digunakan diberbagai kesempatan, model - model baju kekiniaan seperti outer batik dari sutra sangat populer di jakarta, saya dan Eko Tjandra memutuskan untuk joint venture dan berkolaborasi untuk terus melestarikan batik walau ditengah kondisi newnormal pasca corona” kata Diah.

Andhika Mahardiansyah Asst. Director of Sales juga mengungkapkan bila pihaknya tertarik dengan karya batik, menurutnya ini adalah bukti budaya dan moderenisasi bisa seiring sejalan dan Royal Singosari Cendana.

“Dalam nuansa bulan kemerdekaan kami mengadakan opening galeri batik yang sebenarnya sudah lama kami rencanakan dan tertunda akibat corona. DE.PRA.LA batik adalah bukti budaya dan moderenisasi bisa seiring sejalan dan Royal Singosari Cendana sangat bangga karena bisa turut ambil bagian dalam pembukaan galeri ini, yang mana galeri ini menyediakan dari kain, scarf, baju ready to wear hingga baju wedding, saat ini hotel kami juga tengah fokus untuk promosi wedding yang sesuai protab sehingga kehadiran butik ini bisa menjawab kebutuhan customer kami juga," pungkas Andhika.

Dalam pembukaan galeri ini juga ada acara pagelaran busana karya Diah Gardenia dan
Eko Tjandra.   Byt