Lamongan Masuk 4 Besar, Sebagai Daerah Penghasil Sarung di Jatim

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Kabupaten Lamongan selain terkenal sebagai penghasil padi dan jagung terbesar di Jawa Timur, daerah yang hanya berjarak 50 KM dari Surabaya ini teryata juga sebagai penghasil produksi sarung hingga sampai ekspor ke luar negeri.

Bahkan kerajinan yang digerakan 28 pelaku usaha di Kecamatan Paciran dan Maduran ini, hasil produksinya cukup besar sehingga sampai masuk 4 besar di Jawa Timur, sebagai penghasil sarung dengan jenis sarung tenun.

"Sarung yang dihasilkan oleh pengrajin di wilayah Kecamatan Paciran dan Maduran, daya edarnya tidak hanya dalam negeri, malainkan sampai luar negeri, ini prestasi yang cukup membanggakan palaku UMKM di Lamongan," kata Anang Taufiq, Minggu (3/3/2019).

Bahkan kata Anang, produksi sarung oleh puluhan tangan pengerajin di dua Kecamatan Paciran dan Maduran ternyata mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sarung khas Lamongan sudah diminati di berbagai negara seperti Somalia dan dan negara-negara di Timur Tengah.

"Ternyata sarung kebanggaan masyarakat Kabupaten Lamongan juga sudah diminati oleh orang-orang, Somalia dan Timur Tengah. Mereka saja suka dengan sarung kita. Nah kita sebagai anak bangsa Indonesia, harus bangga," ajak Anang.

Setiap bulannya pengrajin sarung di Kecamatan Maduran dan Paciran ini saja, sudah bisa melayani permintaan sarung dari negara Somalia dan Timur Tengah. Dalam sebulan pengrajin sarung mampu mengekspor sebanyak 1.200 kodi sarung.

"Jika diuangkan nilainya bisa sampai 4 miliar lebih. Karena sarung yang dihasilkan di beberapa desa di Maduran itu per bijinya dibanderol Rp 200 ribu," ujarnya.

Selain melayani permintaan sarung di luar negeri, para pengrajin sarung di Lamongan juga melayani permintaan sarung di dalam negeri. Bahkan permintaan sarung bisa naik drastis saat ramadhan.

"Saat bulan ramadhan malah ordernya besar sampai kewalah, pesanan datang tidak hanya dalam negeri tapi sampai luar negeri," ungkapnya.

Pemerintah setempat melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada mereka, seperti mempermudah perizinan, memberikan pelatihan dan menyokong dana bagi mereka.

"Upaya yang dilakukan pemerintah tentunya dengan membantu, pembuatan izin, pelatihan dan memberikan bantuan dana, agar mereka bisa mengembangkan usahanya, agar mereka terus berkembang dan berinovasi," pungkasnya. jir