•   Minggu, 26 Januari 2020
Otonomi Daerah

Lamongan Kembali Terpilih sebagai Tatanan Kabupaten Sehat Tertinggi

( words)
Bupati Lamongan H Fadeli saat menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian. FOTO:SP/IST


SURABAYA PAGI, Lamongan - Kabupaten Lamongan kembali terpilih sebagai daerah yang mendapatkan predikat tertinggi pada penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS), yakni Swasti Saba Wistara.

Kembalinya Lamongan mendapatkan penghargaan ini, ini berarti mempertahankan prestasi Lamongan yang tahun lalu juga meraih Swasti Saba Wistara. Sementara tahun ini, Lamongan sukses meraihnya dalam enam tatanan.

Atas prestasi ini pula, Bupati Fadeli menjadi satu diantara hanya enam Kabupaten/Kota yang menerima piala dan piagam penghargaan, langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Selasa (19/11).

Bupati Fadeli usai menerima penghargaan menyampaikan pentingnya untuk meraih esensi dari penyelenggaraan KKS. Tidak hanya mewujudkan kabupaten yang sehat untuk ditinggali.

Penyelenggaraan KKS tidak hanya untuk mewujudkan kabupaten yang sehat untuk ditinggali, namun juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Sehingga dengan memenuhi semua tatanan dalam KKS, lanjutnya, Kabupaten Lamongan bisa menjadi tempat yang ideal bagi warganya untuk melakukan kegiatan produktif.

Saat ini, kata dia, enam tatanan kabupaten sehat di Lamongan telah dilaksanakan dengan optimal. Sehingga rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen pertahun.

Dia menguraikan struktur pertumbuhan ekonomi Lamongan yang terbesar, 35,18 persen, masih dari sektor pertanian. Selanjutnya sebesar 19,28 persen dari perdagangan, 11,4 persen sektor konstruksi, 9.86 persen dari sektor industri pengolahan dan 35,68 persen berasal dari 13 lapangan usaha lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi rata-rata naik 5 persen pertahunnya. Tertinggi masih dari bidang pertanian, kedua perdagangan, kemudian bidang konstruksi, dan industri,” ungkapnya.

Selain itu, peningkatan sumber daya manusia Lamongan selama lima tahun terakhir ini ditandai dengan terus naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Lamongan di tahun 2018 mencapai 71,97, naik dari tahun 2017 yang 71,11.

Bidang kesehatan, lanjut dia menjadi salah satu prioritas pembangunan di Lamongan sehingga memunculkan berbagai inovasi. Seperti penuntasan status open defecation free (ODF) di tahun 2017. Kemudian Program Lenyapkan Pasung Manusiakan Pasien Jiwa (Lesung Sipanji) yang digerakkan bersama-sama lintas sektor.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Lamongan juga cukup tinggi. Dia mencontohkan program inisiatif dari masyarakat yang difasilitasi oleh Pemkab Lamongan. Yakni penyediaan fasilitas cuci tangan di depan setiap rumah warga di Desa Mungli Kecamatan Kalitengah.

Enam tatanan KKS yang telah dilaksanakan secara optimal di Lamongan adalah Permukiman Sarana Prasarana Sehat, Pariwisata Sehat, Masyarakat Sehat Mandiri, Industri dan Perkantoran Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Kehidupan Sosial Sehat.jir

Berita Populer