•   Senin, 9 Desember 2019
Bisnis Mikro

Kurangi Impor, Kemenperin Ajak 40 Pelaku IKM Logam Temu Bisnis dengan Industri Besar

( words)
Ir Edy Siswanto dari Kemenperin (dua kiri) saat melihat produk logam IKM


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Mengurangi ketergantungan impor logam, Kemenperin mendorong industri besar logam menggandeng pelaku IKM logam untuk memasok komponen yang dibutuhkan. Karena industri logam itu tulang punggung. Karena hampir semua industri terkait dengan logam. Bisa bahan baku, alat, perangkat atau sekedar cetakannya, membutuhkan logam.
Hal itu diungkapkan Ir Edy Siswanto, Asesor Manajemen Ahli Utama Dirjen IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian di sela acara Temu Bisnis IKM Logam Jawa Timur di Sidoarjo, Rabu (30/10/2019).
Sebagai tulang punggung, berarti ada potensi besar dari industri ini untuk terus maju. Termasuk industri besar maupun para pelaku IKM (Industri Kecil Menengah)-nya. Apalagi, sejumlah perusahaan masih banyak mengimpor.
"Jika IKM bisa memenuhi kebutuhan itu, tentu tidak perlu impor. Ini peluang," kata Ir Edy Siswanto dihadapan 40 pelaku IKM Logam Jatim.
Kementrian Perindustrian berharap, industri-industri besar bisa terus menggandeng IKM logam untuk memenuhi kebutuhan industrinya. Dalam hal komponen dan sebagainya.
"Produsen motor misalnya, sebaiknya hanya memproduksi mesinnya saja. Komponen lain diserahkan ke IKM dengan standar yang telah ditentukan," harapnya.
Dengan begitu, IKM logam bakal terus meningkat. Namun, pelaku IKM juga terus upgrade, menyesuaikan standart yang ada.
Dalam hal kualitas, kontinuitas, dan sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah tentu harus mensupport.
Bisa dengan memberi pinjaman lunak, pengadaan alat, memfasilitasi komunikasi IKM dengan indistri besar, dan sebagainya.
Seperti menggelar temu bisnis kali ini. Kemenperin mempertemukan PT Panasonic Manufacturing Indonesia dan PT Barata Indonesia dengan puluhan pelaku IKM Logam Sidoarjo dan Pasuruan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mendorong terjalinnya kerjasama industri besar dengan IKM logam, yang ujungnya dapat membawa kemajuan IKM logam.
"Pertemuan-pertemuan seperti ini penting. Sebagai jembatan antara industri besar dan IKM logam untuk memulai kerjasama," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Drs Ec Tjarda, saat mendampingi Ir Edy Siswanto.
Pihaknya juga mengingatkan, masalah SDM dan beberapa hal lain harus terus diperbaiki oleh pelaku IKM logam. Apalagi persaingan di era industri 4.0 ini semakin ketat. sg

Berita Populer