Kurangi Hama Tikus, Seorang Warga Kesamben Jombang Menangkar Tyto Alba

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pada umumnya, orang menangkar burung kicauan atau burung yang lucu dan berbulu indah. Namun, beda dengan seorang bapak dua putra ini. Dengan usia yang sudah beranjak tua, tak menyurutkan langkahnya untuk menangkar burung hantu (Tyto Alba).

Pengurus Poktan Tambakrejo, Kusaini (60), warga Dusun Tambakrejo, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur ini, mulai menangkar Tyto Alba sejak tahun 2007.

"Waktu itu saya ikut sekolah SLPHT Dinas Pertanian Jombang. Waktu itu saya disuruh memelihara burung hantu ini. Kemudian bersama PPL dan Disperta Jombang saya diajak belajar ke Ngawi," kata Kusaini, di rumahnya, Kamis (5/12/2019).

**foto**

Kusaini mengungkapkan, saat itu dikasih dua pasang burung hantu seharga Rp 6 juta pada saat itu. Kemudian dikembangkan sampai saat ini hingga mencapai puluhan ekor indukan.

"Yang sudah saya lepas itu mencapai ratusan ekor. Dan burung ini dapat mengurangi populasi tikus hingga 90 persen. Itu pada tahun 2011 sampai 2015. Namun saat ini sulit, karena burungnya berkurang banyak yang ditembak," ungkapnya.

Kusaini memaparkan, bahwa burung hantu ini sifatnya predator. Saat mendapat tikus, yang dimakan hanya kepalanya saja, setelah itu ditinggal. Satu burung, dapat memakan tiga hingga sepuluh tikus.

"Ya itu, karena predator jadi habis membunuh, dimakan kepalanya saja terus ditinggal cari mangsa lagi. Untuk pelepasan burung hantu dari penangkaran pada usia 5 - 6 bulan," paparnya.

**foto**

Tyto Alba tersebut dapat mengurangi hama tikus. Untuk itu pemerintah memeliharanya, dengan tujuan agar tanaman petani tidak lagi diserang oleh hama tikus. Sehingga pada saat panen mencapai hasil yang maksimal.

"Untuk penangkaran burung hantu ini, saya membuat kandang berukuran 5 x 5 meter, dengan ketinggian mencapai 8 meter. Kalau malam pada kembali dan ngumpul semua, jadi ya gak muat," pungkasnya.(suf)