•   Kamis, 27 Februari 2020
SGML

Kunjungi Ponpes Karangasem, Khofifah Groundbreaking Asrama Khodijah

( words)
Khofifah menyalami para santriwati dalam acara silaturahminya di Ponpes Karangasem Paciran Lamongan.FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan -Khofifah Indar Parawansa Gubernur terpilih Jawa Timur, kembali menyambangi Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Kabupaten Lamongan Senin (23/7/2018). Kedatangan calon orang nomor satu di Jawa Timur ini, dalam rangka silaturahmi dan peletakan batu pertama (Groundbreaking), pembangunan kedua Asrama Khodijah binti Khuwailid, di Ponpes pimpinan KH Abdul Hakam Mubarok.Peletakan batu pertama ini, sekaligus menandai dimulainya proses pembangunan Asrama Khodijah II seluas kurang lebih 400 meter persegi, di Ponpes yang punya santri mencapai 2.600 orang ini. Sebelumnya, Khofifah saat menjabat Menteri Sosial (Mensos) juga pernah melakukan peletakan batu pertama, tahap pertama pembangunan asrama di Ponpes yang diasuh mantan Ketua PD Muhammadiyah Lamongan.Selebihnya dia menuturkan, membangun akhlak dan karakter generasi sangat penting dan menjadi PR bersama. “Dan Pesantren adalah opsi strategis sebagai penguatan tarbiyah, tadris, takdim dan taklim,” paparnya.Pesantren, tambah Khofifah merupakan referensi untuk negara negara lain yang berkonflik, bahwa ukhuwah islamiyah adalah hal yang subtantif. Perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga meminta dukungan dan doa, agar saat menjabat gubernur nanti bisa mempercepat kesejahteraan masyarakat Jatim. “Jika ada kesalahan mohon untuk menegur, dan sinergitas antara Pemprov terkait program-program pembangunan pesantren semoga berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.Sementara itu Pengasuh Ponpes Karangasem, KH Hakam Mubarok mengatakan, pembangunan asrama ini akan memakan waktu selama 14 bulan. Diharapkan dapat memenuhi asrama santri putri yang saat ini sudah over kapasitas.Sehingga tahun depan diharapkan pembangunan Ponpes bisa rampung dan bisa menerima peserta didik baru.”Pondok ini tidak sekedar terus membangun sarana dan prasarana, tapi juga menyediakan layanan kesehatan, almari santri serta fasilitas lain yang menjadi kebutuhan penginapan bagi santri, agar santri bisa belajar dengan tenang dan nyaman,"pungkasnya.jir

Berita Populer