•   Senin, 18 November 2019
Ekonomi Global

Kuarter Ke2, Manufaktur AS Mengalami Penurunan

( words)
Presiden AS dan Presiden China, SP/SKFm


SURABAYAPAGI.com – Penurunan sektor manufaktur AS sebesar 2,2% secara tahun ke tahun sepanjang kuartal ke II pada 2019 ini, telah dilaporkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari CNBC, Rabu (17/7/2019), Penurunan itu disebabkan oleh panasnya situasi ekonomi global yang tidak lain disebabkan oleh perang dagang China dengan AS, yang dipicu oleh kebijakan kebijakan Presiden Donald Trump. Penurunan juga disebabkan oleh perlambatan ekonomi di Negeri Tirai Bambu dan negara-negara mitra dagang lainnya.

Penurunan ini juga terjadi saat ekonomi AS sedang dalam pemulihan yang sudah berlangsung selama 11 tahun. Ini juga terjadi meskipun Trump sebelumnya telah berjanji untuk membawa sektor manufaktur AS ke tumbuh, meski faktanya sektor jasa yang justru jadi pendorong. Sektor jasa menyumbang tiga perempat dari PDB AS.

"Manufaktur telah menanggung beban ketidakpastian tarif dan melambatnya aktivitas ekonomi global," dikutip dari RDQ Economics.

Ekonom Pantheon Macroeconomics Ian Shepherdson menilai penurunan sektor manufaktur ’bukan sebuah berita’.

"Ini konsekuensi dari perlambatan perekonomian China dan perang dagang," katanya.

Ia pun tak terlalu sepakat dengan rencana penurunan suku bunga acuan The Fed dalam waktu dekat. Ini setelah Gubernur The Fed Jerome Powell telah kembali memberi sinyal akan menurunkan suku bunga pada bukan ini. Shepherdson yakin akan ada pemulihan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

"Dalam pandangan kami, memangkas suku bunga sekarang karena perlambatan baru-baru ini di sektor manufaktur adalah kesalahan," ujarnya.

Dalam laporannya, The Fed juga merilis angka penjualan ritel yang naik 0,4% di bulan Juni. Nilai itu dua kali lipat dari proyeksi. Hal itu berarti penjualan telah naik 3,4% dibandingkan Juni tahun lalu.

Berita Populer