•   Selasa, 7 April 2020
SGML

Korban Gempa Palu asal Lamongan Mulai Dipulihkan Traumanya

( words)
Bupati bersama istri dan sekkab saat memberikan hiburan kepada anak-anak warga Desa Titik Sekaran Lamongan korban gempa tsunami Palu. FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Korban gempa tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah asal Lamongan mulai berdatangan ke tanah kelahiran. Kini Pemkab Lamongan mulai konsetrasi untuk memulihkan trauma para warganya terutama anak-anak.

"Semua organisasi perangkat daerah (OPD) saya perintahkan untuk terlibat dalam kegiatan pemulihan trauma bagi warga Lamongan yang menjadi korban selamat, terutama untuk anak-anak,"pinta H Fadeli bupati Lamongan, saat mengunjungi Desa Titik Kecamatan Sekaran, Jum’at (5/10/2018).

Di desa inilah kata Fadeli, setidaknya ada 300 orang warga asli desa Titik yang sebelumnya berada di Palu, kini berangsur-angsur sudah kembali ke desanya, dari jumlah keseluruhan sebanyak 907 orang, dan empat orang diantaranya diketahui meninggal dunia.

"Ada 4 warga Desa Titik yang meninggal atas tragedi Gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,"kata Fadeli yang datang mengunjungi warga Desa Titik di Kantor Desanya, bersama Sekkab Yuhronur Efendi yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Saat di Balai Desa Titik, Fadeli perintahkan agar dibuka Posko ketiga setelah yang ada di BPBD dan Dinas Sosial. Dia berharap di posko tersebut ada tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan secara rutin.
Untuk kebutuhan hidup, sandang dan sembako, akan dicukupi pula hingga tujuh hari kedepan. Sedangkan kepada perangkat Desa Titik, dia meminta kepada korban selamat yang tidak memiliki keluarga agar difasilitasi.

Khusus untuk anak-anak usia sekolah, dia meminta agar diterima bersekolah tanpa harus mengurus administrasi. Dia juga memastikan akan membantu seragam dan perangkat sekolahnya.

“Biarkan mereka bersekolah dengan tenang, untuk memulihkan trauma. Kalau ada yang memilih masuk pesantren, nanti juga akan kami fasilitasi, “ ujarnya.

Untuk membantu memulihkan trauma, dia juga membawa tim pengajar, yang ditugasi bercerita dengan boneka jari. Dia sempat nimbrung, menggunakan boneka jari, turut berinteraksi dengan anak-anak korban bencana.

Bersama Ketua TP PKK Makhdumah, dia rupanya sudah menyiapkan kejutan kecil bagi anak-anak korban gempa. Berupa 2 unitfreezer besar yang diisi penuh dengan ice cream berbagai rasa.

Ice cream tersebut kemudian dibagikan kepada anak-anak korban bencana. “Ini penting untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak. Termasuk salah satunya dengan membagikan ice cream, untuk mengembalikan keceriaan mereka, “ kata dia. jir

Berita Populer