•   Minggu, 19 Januari 2020
Peristiwa Internasional

Kontak Erdogan, Trump Ingin Turki Hentikan Invansi Militer

( words)
Ilustrasi Trump saat menelpon SP/Mer


SURABAYAPAGI.com - Melalui percakapan telepon Senin 14/10, Trump langsung menyampaikan bahwa pihaknya ingin Turki menghentikan serangan militer ke Suriah.

Wakil Presiden (Wapres) Mike Pence menyatakan bahwa dalam percakapan via telepon tersebut, Trump mendesak Erdogan untuk "menghentikan invasi, untuk memberlakukan gencatan senjata segera dan untuk memulai negosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah," kata Pence kepada para wartawan.

Pence menambahkan bahwa dirinya akan segera pergi ke Turki atas arahan Trump.

"Dia mengarahkan saya untuk memimpin delegasi. Saya akan berangkat secepat mungkin untuk pergi ke wilayah tersebut guna mengupayakan gencatan senjata dan penyelesaian negosiasi," ujar Pence seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, Turki meluncurkan operasi lintas-perbatasan ke Suriah utara pada Rabu, hanya beberapa hari setelah Erdogan mengatakan kepada Trump melalui telepon bahwa ia berencana untuk bergerak maju dengan langkah yang telah direncanakan terhadap sekutu Kurdi Amerika di wilayah tersebut.

Trump tiba-tiba mengumumkan pemindahan 50 tentara Amerika dari zona konflik untuk menghindarkan mereka dari bahaya, menepis kritik bahwa ini akan membuat Kurdi terbuka untuk diserang.

Langkah Trump ini secara luas dilihat sebagai tanda memberi Erdogan lampu hijau untuk menjalankan operasinya.

Pemerintah Turki telah sejak lama menentang dukungan AS pada YPG dalam perang melawan kelompok ISIS. Ankara menyebut milisi tersebut sebagai cabang "teroris" dari kelompok pemberontak Kurdi di wilayah Turki, yang selama ini kerap melancarkan serangan.

Erdogan telah bersumpah bahwa operasi militer terhadappasukan Kurdi di Suriah tersebut "tak akan berhenti".

"Sekarang ada ancaman-ancaman yang datang dari kanan dan kiri, menyuruh kami untuk menghentikan ini," ujar Erdogan. "Kami tak akan mundur," tegasnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/10/2019).

Berita panggilan telepon Trump datang setelah presiden berjanji untuk menjatuhkan sanksi pada Turki dan segera menghentikan negosiasi dengan negara itu atas apa yang disebutnya kesepakatan perdagangan USD100 miliar.

"Serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu," kata Trump dalam pernyataan sebelumnya yang diposting di Twitter.

“Saya sudah sangat jelas dengan Presiden (Turki) (Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi untuk kemungkinan kejahatan perang," sambungnya.


"Sayangnya, Turki tampaknya tidak mengurangi dampak kemanusiaan dari invasi," bunyi pernyataan itu.

Berita Populer