•   Rabu, 26 Februari 2020
Pilpres 2019

Kondisi Terkini Aksi Massa 22 Mei di depan Kantor Bawaslu

( words)
Polisi sedang membubarkan massa di depan kantor Bawaslu


SURABAYAPAGI.com – Situasi di sekitar kantor Bawaslu RI hingga Rabu (22/5/2019) pukul 02.30, aksi demo tak kunjung bubar. Gas air mata pun terpaksa di tembakkan oleh polisi. Massa berusaha menyerang petugas kepolisian dengan batu, botol hingga beling-beling kaca. Massa juga sempat berulang kali mencoba menyerang pihak kepolisian dengan Kembang Api dan juga petasan.
Percikan api disekitar lokasi pun tak terelakan lagi. Hingga saat ini Polisi pun masih terus menyisir lokasi-lokasi disekitar kantor Bawaslu.
Sebelumnya, negosiasi sempat dilakukan antara petugas kepolisian dengan Tokoh Masyarakat.
Namun negosiasi tersebut berlangsung alot dan tak menemui titik terang.
Tepat pukul 22.15, massa yang sebelumnya melakukan aksi damai kemudian mencoba merusak pagar besi tersebut.
Hingga kendaraan taktis kepolisian yang telah meninggalkan Gedung Bawaslu datang kembali untuk membubarkan massa aksi yang masih bertahan.
Massa juga sebelumnya sempat menantang petugas kepolisian yang sebelumnya telah menarik diri & masuk ke dalam gedung Bawaslu.
Lalu tepat pukul 22.40 Kericuhan antara pendemo dengan petugas kepolisian tak terelekan lagi.
Bahkan nampak juga aksi kejar-kejaran antara pendemo dengan petugas kepolisian.
"Ayo tetap rapatkan barisan, jangan pada takut," teriak para massa aksi di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam.
Tak lama kemudian, puluhan anggota kepolisian berlari di Halte TransJakarta Sarinah untuk mendekat ke arah massa aksi.
Massa aksi yang tadinya memenuhi seberang Bawaslu pun langsung kocar-kacir berlarian membubarkan diri.
Sempat terlihat seorang diduga provokator yang diamankan sebelum akhirnya puluhan petugas kepolisian lain yang membawa pentungan dan tameng berteriak untuk membubarkan diri.
Massa pun berlarian ke arah Jalan Wahis Hasyim yang ada di sebelah kantor Bawaslu.
"Tolong teman-teman kami yang bapak tangkap untuk di bebaskan, kami janji akan mundur janji pak" tambah seorang pendemo tersebut.
Kombes Hari Kurnianan pun merespon hal tersebut.
"Pada prinsipnya, pihak kepolisian tidak akan menangkap seseorang jika dirinya tak bersalah," Ujar Kombes Hari Kurniawan saat melakukan aksi negosiasi.
Melalui pengeras suara Polisi juga berulang kali mencoba untuk menghimbau para pendemo agar kembali ke asalnya.
Polisi juga bahkan menghimbau kepada masyarakat sekitar untuk tak terlibat aksi provokasi yang dilakukan oleh pendemo.
"Warga masyarakat tidak bersentuhan dengan Kepolisian, silahkan anda kembali kerumah masing-masing" ujar pihak kepolisian melalui pengeras suara.

Berita Populer