•   Sabtu, 4 April 2020
Surabaya

Komisi D Keluhkan Kurangnya Transparasi Soal Penerimaan PPDB Tingkat SMP

( words)
Wakil komisi D DPRD kota Surabaya, Junaedi mengeluhkan kurangnya transparansi terkait penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil komisi D DPRD kota Surabaya, Junaedi, mengeluhkan kurangnya transparansi terkait penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Surabaya.
Selain kurangnya tranparasi, dirinya juga menyebutkan syarat yang seharusnya sudah menjadi mekanisme penerimaan PPDB harus dicantumkan di progam online.
“Artinya syarat-syarat seperti foto copy KK (Kartu Keluarga), ijazah dari SD (sekolah dasar) harus di tuangkan di dalam sistem online juga,” ungkap Junaedi Selasa (10/7).
Sebab itu, lanjut Junaedi agar masyarakat dengan mudah mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus di bawa ke sekolah sebelum melakukan pendaftaran. “Jangan sampai warga masyarakat sudah ada yang diterima dia daftar kemudian disuruh kembali pulang syaratnya kurang lengkap, kan kasihan harus bolak balik,” katanya.
Kurangnya transparansi PPDB ini, Politisi asal fraksi Demokrat tersebut memberikan contoh pada saat idul fitri ketika ada warga membuka online untuk melihat pendaftaran masih ada, namun selang beberapa hari di buka lagi online tersebut sudah tutup.
“Hal itu juga perlu perbaikan transparansi soal penerimaan siswa yang harus dilakukan dinas pendidikan sebetulnya, dan juga kurangnya sosialisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, jika memang semangatnya e-government seharusnya pemerintah sudah mencanangkan hal itu. Artinya, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) semuanya sudah melakukan itu termasuk dinas pendidikan (dispendik).
Ditanya soal harus adanya penyegaran, pria yang sudah menjabat 2 periode di DPRD Surabaya ini mengatakan, itu menjadi kewenangan Walikota (Tri Rismaharini) untuk melakukan evaluasi.
“ Kami di dewan hanya memberikan masukan dan pengawasan secara khusus bahwa seharusnya Dispendik setiap tahunya harus ada evaluasi,” pungkasnya. Alq

Berita Populer