Kodim 0811 Tuban Rutin Kirim Makanan Bergizi Untuk Penderita Gizi Buruk

SURABAYAPAGI.com. Tuban - Komandan Kodim 0811 Tuban kunjungi balita penderita gizi buruk dan bibir sumbing yang bernama Alika Naila Putri (4), Putri pasangan suami, Rohmat (52) tahun dan istri, Mami (43) tahun yang beralamat di Dusun Baliono, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Tuban. Kamis, (16/01/2020).

Dandim Letkol Inf Viliala Romadhon yang didampingi Ketua parsit Tuban, Icha Vilialla Ramadhon bersama Danramil Senori, Kapten Inf Edy Suyanto. Datang membawa sejumlah sembako dan diserahkan pada keluarga penderita gizi buruk dan bibir sumbing tersebu

Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Vilialla Ramadhon mengatakan sudah dua minggu kami mengawal dan memastikan kondisi Naila yang terkena gizi buruk dan bibir sumbing dengan target dapat sembuh.

"Untuk target kami selama dua minggu ini berat badanya kita naikkan, dengan memberikan makanan empat sehat lima sempurna. Dengan di tinjau langsung oleh Babinsa untuk memastikan makanan tersebut di habiskan. Setelah nutrisinya dan berat badannya naik kita akan mengikutkan Naila untuk operasi bibir sumbing." Katanya.

Dengan kedatangan Dandim 0811 beserta rombongan yang berkunjung kerumahnya , membuat orang tua Naila terharu dan bahkan Mami yang merupakan ibu dari Naila, tak kuasa membendung air matanya. Karena perhatian dan kepedulian Dandim 0811 beserta jajaran untuk membantu kesembuhan sang buah hatinya.

’’Saya dan keluarga merasa haru atas kepedulian yang selama ini diberikan bapak -bapak dari TNI. Dan saya berterima kasih kepada bapak- bapak yang sudi mampir di rumah Naila," ungkap mami sembari mengusap air mata.

Sementara itu, Mami juga menceritakan, bahwa putrinya hampir satu bulan ini telah mengkonsumsi makanan dan minuman pemberian TNI dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya. Antara lain seperti susu dan makan tiga kali sehari, bahkan multivitamin yang di antarkan secara rutin dari Koramil Senori melalui Babinsanya.

"Naila setiap hari di kasih susu dan makanan serta multivitamin yang di antarkan langsung oleh pak Babinsa." Imbuhnya.

Di bulan September 2019 lalu, Naila di ikutkan progam operasi bibir sumbing ke kota Mojokerto, akan tetapi karena kondisi berat badan Naila yang hanya 9,23 Kilogram, sehingga operasi tersebut belum dapat dilaksanakan.

Setelah kondisi membaik dan mencapai berat badan ideal, direncanakan Naila akan di ikutkan kembali program operasi bibir sumbing di daerah di tahun 2020 ini.wid