•   Selasa, 18 Februari 2020
Entertainment

Kiprah Para Komika Duduk di Industri Film Indonesia

( words)
Raditya Dika


Tak hanya sekadar melawak di atas panggung. Para komika atau biasa dikenal juga sebagai pelawak tunggal mulai meramaikan perfilman nasional.
Mereka tak hanya sebagai pemain, melainkan ada pula yang mulai menjajal kemampuan sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Berikut rangkumannya:
1. Raditya Dika
Raditya Dika mulai menjajal dunia perfilman lewat film yang berjudul Kambing Jantan: The Movie pada 2009. Saat itu, Dika sapaan akrabnya, masih menjadi pemain untuk film yang diadaptasi dari novel buatannya.
Barulah lewat film Marmut Merah Jambu (2014), Dika memulai debutnya sebagai sutradara sekaligus penulis skenario dan pemain. Pada tahun itu pula, Dika seperti estafet merilis film-film arahannya.
Film-film yang dirilis Dika selanjutnya adalah Malam Minggu Miko The Movie (2014), Single (2015), Koala Kumal (2016), Hangout (2016), dan The Guys (2017). Beberapa film bahkan berhasil menembus jumlah penonton di atas satu juta.

Ernest Prakasa usai menggelar konferensi pers film Susah Sinyal di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).(KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG)

2. Ernest Prakasa
Jebolan ajang pencarian bakat "Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV" pada 2011 memulai debut sebagai sutradara lewat film Ngenest(2015). Tidak hanya sebagai pengarah film, Ernest bertindak pula sebagai penulis skenario sekaligus pemain.
Film Ngenest merupakan singkatan dari 'Ngetawain Hidup Ala Ernest Prakasa', yang diangkat dari trilogi novel karyanya yang berjudul sama.
Setelah sukses dengan film pertama, Ernest kembali membuat film kedua yang berjudul Cek Toko Sebelah pada 2016. Jumlah penonton film tersebut pun sebesar 2.642.957 orang.
Bahkan, Cek Toko Sebelah menyabet penghargaan untuk Kategori Penulis Skenario Asli Terbaik ajang FFI 2017. Yang terakhir, Ernest membuat film berjudul Susah Sinyal.
3. Kemal Pahlevi
Kemal Pahlevi, juara ketiga ajang pencarian bakat 'Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV' 2012 memulai peruntungan sebagai sutradara lewat film Youtubers.
Ia berkolaborasi bersama Youtubers Jovial da Lopez. Mereka berdua juga menulis skenario untuk film tersebut.
Selang setahun kemudian, Kemal akhirnya menggarap sendiri film sebagai sutradara dan penulis skenario lewat film Abdullah & Takeshi pada 2016. Ia juga menjadi pemain dalam film garapannya.

Komedian Soleh Solihun disela wawancara promo film Mau Jadi Apa di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (22/11/2017). Komedian Soleh Solihun disela wawancara promo film Mau Jadi Apa di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (22/11/2017). (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO) 4. Soleh Solihun

Komika Soleh Solihun menyusul Dika dan Ernest yang lebih dulu menjajal peruntungan sebagai sutradara. Film Mau Jadi Apa? adalah debut perdana Soleh sebagai pengarah film meski harus berduet dengan Monty Tiwa.
Cerita yang diangkat Soleh dalam film tersebut adalah kisahnya semasa kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran. Ia bertindak pula sebagai penulis skenario.
Saat ini, Soleh kembali sedang menggarap film keduanya sebagai sutradara. Dalam film berjudul Generasi Z yang akan tayang pada 2018 ini, Soleh kembali akan ditemani oleh Monty.

Pandji Pragiwaksono ketika menghadiri screening film Flight 555 di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Pandji Pragiwaksono ketika menghadiri screening film Flight 555 di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).(Kompas.com/Tri Susanto Setiawan) 5. Pandji Pragiwaksono

Setelah memulai karier di dunia film lewat film Make Money pada 2013, Pandji Pragiwaksono akan memulai debut sebagai sutradara pada 2018 ini.
Ia akan menggarap film action comedy yang berjudul Partikelir. Ia bertindak pula sebagai penulis skenario.
Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Pandji yang memulai karier sebagai komika pada 2010 itu merasa senang akhirnya membuat karya sendiri di dunia film.
“Ini adalah kesempatan pertama saya nulis dan direct. Ya, senanglah,” kata Pandji.

Berita Populer