•   Rabu, 26 Februari 2020
Hukum & Pengadilan

Kian Kritis, Korban Pengroyokan Siswa SD Dirujuk ke Surabaya

( words)
Sekolah tempat korban dan pelaku.


Kasus Pengroyokan Siswa SD

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kondisi korban pengroyokan siswa yang masih duduk dibangku kelas 5 SD di Kota Kediri semakin kritis. RS Bhayangkara Kota Kediri akhirnya merujuk T (12) ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, (27/1/2018) kemarin siang.
Anggota LPA Kota Kediri, Ebyantoro mengatakan, pihaknya hari ini bersama Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Satgas PPA berencana menjenguk korban ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. "Pagi ini kita berangkat ke Dr. Soetomo, Surabaya untuk melihat kondisi korban," ujarnya, Minggu (28/1/2018) pagi.
Berdasarkan informasi yang diterima LPA, korban dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, sejak Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Rujukan atas dasar pertimbangan kondisi kesehatan korban. Pasalnya keluhan sakit yang diderita di kepala dan alat vital korban tak kunjung membaik.
Seperti diberitakan sebelumnya, T masuk di RS Bhayangkara, Kota Kediri, sejak Selasa (23/1/2018) lalu. Dalam masa perawatan medis, kondisi T tidak kunjung membaik hingga akhirnya Jumat (26/1/2018) dia harus masuk ruang ICU. Berdasarkan diagnosa sementara T diduga mengalami infeksi otak dan sakit pada kemaluan. Rasa sakit ini diduga akibat pukulan dan tendangan oleh para pelaku pengroyokan yang masih teman sekelasnya.
Informasi dilapangan, T dikeroyok temannya usai terjadi cek cok saat bermain sepak bola. Sebelumnya T juga sempat menjadi korban pemalakan yang dilakukan pelaku. Puncaknya saat T bermain sepak bola bersama pelaku di halaman sekolah dan terjadi cek cok, akhirnya T dikeroyok oleh tiga temannya. Pelaku yang masih teman sekelasnya itu tega menendang alat vital dan memukuli kepala korban. Dari kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 5 di SD Pakunden 1 Kota Kediri mengalami kesakitan hingga dibawa ke Puskesmas. Ironisnya, usai dipukuli korban sempat diancam oleh para pelaku supaya tidak melapor kepada guru. Sementara kasus ini dalam proses penyelidikan Unit PPA Polresta Kediri. Can

Berita Populer