Untuk Menjawab Klaim Produk Daerah Lain dan Pasar

Khofifah Ingin Kembangkan Pasar Produk Daerah, dengan Informasi Super Korid

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Hasil kerajinan produk-produk daerah di Jawa Timur selama ini tidak sedikit yang diklaim daerah lain bahkan pasar luar negeri, dan tidak sedikit pula yang percaya kalau produk itu hasil karya perajin asal Jawa Timur, karena memang pemasaran yang kurang, dan kedepan hal semacam ini tidak boleh terjadi. Peryataan itu disampaikan calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi show room pusat kerajinan tenun ikat di Desa Parengan Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kamis (15/2) sore, usai mengawali kampanyenya di Lamongan, dengan menemui nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura). Disebutkan olehnya, gagasan untuk mengembangkan pasar produk daerah, dengan mewujudkan informasi super koridor itu, adalah untuk melindungi dan juga untuk bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin."Saya keliling daerah-daerah ini untuk navigasi program, karena banyak produk daerah di Jawa Timur yang punya potensi, dan punya keunggulan, "aku Khofifah. Ia lalu menceritakan pengalamanya saat mengenakan baju berbahan tenun ikan Parengan. Namun saat baju itu dipakai dalam sebuah acara, banyak yang tanyak dan banyak yang tidak percaya kalau itu hasil kerajinan Desa Parengan. "Saya tuh punya tiga baju tenun ikat dari Desa Parengan, tapi ketika saya pakai banyak yang tidak percaya kalau baju itu dari Lamongan, "terangnya. Baju yang ia pakai itu tambah Khofifah, selalu disangkanya bahwa baju kain tenun itu dari NTT, Mataram, Kutai, Bali atau produk luar Jawa.Padahal kainnya dari Parengan. "Sampai banyak model-model yang foto bareng sama saya saat saya memaki kain tenun Parengan, bahkan bu Titiek Soeharto pun pernah foto bareng, dan juga istri salah satu Paspampres, karena mereka terkesima melihat baju tenun yang saya pakai, tapi giliran saya sampaikan kalau ini produk Lamongan ini tidak percaya, "ujarnya. Makanya itu, ia penasaran ingin melihat dari dekat kain tenun Parengan. Dirinya sangat ingin mengembangkan pemasaran produk-produk daerah, dengan mendirikan pusat informasi super koridor. "Apakah akan ditempatkan di Lamongan atau Bojonegoro, masih melihat keadaan nanti," katanya. Di kantor pusat informasi super koridor itu akan disiapkan, lawyer, translater dan operator. Jadi, adanya pusat informasi super koridor dengan tiga tenaga ahli yang disiapkan itu maka, ketika ada yang menanyakan mana kantor pengrajin, tinggal menunjuk kantor yang ada. "Semisal jika ada yang gagap teknologi maka dipersiapkan operator yang akan memposting dalam webnya informasi super koridor, " katanya. Dan kalau tidak mampu berbahasa asing, semisal Bahasa Inggris, maka peran translater diperdayakan. Sementara jika ada buyer dari luar daerah atau luar negeri dan tidak mampu membuat kontrak, maka disitu peran lawyer. Kalau bisa digambarkan, di kantor itu sejenis ada bisnis meeting dengan 4 atau 5 kursi. Dan dengan cara itu, maka akan terbuka seluruh informasi jalur pemasaran internasional. "Jadi koridor dibuka untuk jalur buyer dalam negeri dan luar negeri," ungkapnya. Dalam gagasan Khofifah yang telah disusun tersebut, terdapat dua, bakti 1 dan bakti 2, kalau bakti satu itu Jatim sejahtera dan bakti dua itu Jatim kerja. Jika pengrajin atau pedagang punya kantor informasi super koridor yang didanai Provinsi, maka akan punya harga diri. Inilah yang akan diwujudkan.jir