•   Rabu, 26 Februari 2020
SGML

Khofifah dan Gus Ipul, Fifty - Fifty di Mojokerto

( words)
Calon Gubernur Jawa Timur.


SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Mojokerto yang memiliki dua pemerintahan yakni Kabupaten dan Kota Mojokerto menjadi sasaran potensial mendulang suara bagi dua pasangan calon (paslon) pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Pasalnya, Mojokerto memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tak sedikit, yakni sekitar 904 ribu lebih pemilih.
Dua paslon, Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno berlomba-lomba menggait simpati warga Mojokerto dengan mendekati sejumlah tokoh penting di bumi trah mojopahit ini.
Paslon nomor urut satu misalnya, dengan memakai jargon KerJa, Cagub Khofifah yang notabene adalah Ketua Umum Muslimat NU mulai menancapkan kukunya di dua Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Alhasil, Muslimat NU Kota Mojokerto menyatakan dukungannya kepada Khofifah - Emil dalam Pilgub Jatim Juni 2018 nanti. Pernyataan ini disampaikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat saat Manaqib Kubro sekaligus deklarasi mendukung Khofifah-Dardak di gedung Ramelan, Kota Mojokerto (28/1) lalu.
"Muslimat NU Kota Mojokerto siap mendukung dan memenangkan Khofifah Indar Parawangsa -Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim," tegas Hamidah, Sekretaris PC Muskimat Kota Mojokerto sekaligus Ketua Tim Relawan Pemenangan Khofifah -Dardak, saat dikonformasi via telpon, kemarin.
Pun demikian dengan paslon nomor urut dua, Saifullah Yusuf yang notabene mantan ketua Pengurus Wilayah GP Anshor Jatim, juga menancapkan tajinya di dua PC Anshor Kabupaten dan Kota Mojokerto.
"Meski kita belum deklarasi secara resmi, tapi secara gerakan dan kelembagaan kita sudah menyatakan siap mendukung dan menenangkan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim Juni nanti," tegas Ali Mohamad Nasih, Ketua GP Anshor Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi Surabaya Pagi melalui telponnya, kemarin.
Menariknya, meski GP Anshor Kabupaten Mojokerto sudah menyatakan sikap mendukung Gus Ipul, namun ratusan mantan pengurus Ansor dan Komandan Banser se-Jawa Timur merapat ke paslon gubernur-wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
Dukungan ini disampaikan ratusan tokoh Ansor dan Banser pada reuni akbar mantan pengurus Ansor dan Banser Jatim di kompleks kediman mantan Komandan Satkornas Banser, Abdul Mukhid di Trowulan Mojokerto, Jumat (2/2) lalu.
Bersama mereka, juga ada sejumlah pendekar Pagar Nusa dari berbagai daerah. Reuni tersebut juga dihadiri pasangan Khofifah-Emil Dardak.

Dukungan dari keluarga besar korps Ansor dan Banser ini memang terbilang aneh. Pasalnya, selama ini mereka lebih dekat dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga maju sebagai calon gubernur. Bahkan, pada dua periode Pilgub Jatim 2008 dan 2013, mereka memberikan suara untuk Gus Ipul.

“Kami melihat Ibu Khofifah ini beda. Beliau tidak hanya punya kapasitas menjadi pemimpin Jawa Timur. Tetapi juga memiliki konsep jelas mengenai pembangunan manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil,” kata mantan Komandan Satkornas Banser Abdul Mukhid. Menanggapi ini, Ketua GP Anshor Kabupaten Mojokerto, Ali Moh Nasih tak bergeming. Ia menyebut GP Anshor Kabupaten Mojokerto secara kelembagaan sudah bulat mendukung Gus Ipul. "Itu kan kumpulan para mantan pengurus Anshor, jadi suara mereka tidak mewakili secara kelembagaan Anshor," elaknya.
Sementara itu, selain menggunakan jaringan di organisasi NU, kedua paslon juga berlomba-lomba mendekati tokoh kyai kharismatik Mojokerto. Cagub Khofifah misalnya, mantan Menteri Sosial RI ini sudah melakukan silaturrahmi politik dengan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.
"Para Alumni Ponpes Amanatul Ummah dipastikan akan sepenuhnya membantu memenangkan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim," ujar Kiai Asep sapaan akrab KH Asep Saifudin Chalim sembari menyebut jika saat ini terdapat 500 Kiai yang memberikan dukungan kepada paslon nomor urut satu ini.
Di pihak lain, Gus Ipul juga memberlakukan strategi yang sama dengan Khofifah. Mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI ini juga melakukan silaturrahmi politik dengan pengasuh pondok pesantren Fatkhul Ulum Pacet Mojokerto. Disitu, mantan Wakil Gubernur Jatim ini bertemu dengan keluarga besar pesantren tersebut usai melakukan lawatan ke sejumlah Kiai Kediri (22/2) lalu. dw

Berita Populer