•   Rabu, 1 April 2020
Otonomi Daerah

Khofifah Berikan Bantuan Jari Palsu ke Penderita Schizoprenia di Kediri

( words)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa berkunjung ke Kediri memberikan langsung bantuan jari palsu kepada Wiji Fitriani penderita Scizoprenia


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawangsa memberikan bantuan penderita schizoprenia di Kediri, Minggu (22/7/2019). Bantuan jari palsu itu merupakan wujud perhatian Gubernur dan Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno terhadap Wiji Fitriani, warga Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Widji Fitriani (gadis penderita schizoprenia) memiliki penyakit mental dengan kebiasaan menggigiti anggota tubuhnya sendiri. Ia mendapat bantuan jari palus dengan diserahkan secara langsung oleh Khofifah di rumah Wiji di Dusun Tambak Desa Ngadi, Kecamatan Mojo.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa mengaku sejak menerima informasi dari media beberapa waktu lalu terkait Wiji, pihaknya langsung bertindak cepat. Di antaranya dengan meminta Dinkes Jatim, dan Dinsos Jatim, untuk melakukan penjangkauan serta koordinasi dengan Dinkes dan Dinsos Kabupaten Kediri untuk penanganan lebih jauh.

"Lewat informasi media beberapa waktu lalu saya langsung meminta kepada Kadinkes dan Kadinsos untuk melakukan pengecekan, dan koordinasi dengan Pemkab Kediri, untuk diambil keputusan penanganan lanjut, antara lain untuk diberikan psikososial terapi dan tindakan lainnya," ungkapnya.

Dijelaskan, psikososial terapi kepada Fitri dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Bahkan, Khofifah menyempatkan diri untuk menjenguk Wiji saat dirawat di RSJ Menur Surabaya. Selain itu, terdapat juga tindakan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Haji Surabaya dan Rumah Sakit Dr. Soetomo.

"Jadi sebetulnya penanganan Wiji berada pada rumah sakit yang terintegrasi di dalam koordinasi Pemprov Jatim," terang Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah menambahkan, selama Wiji dirawat secara intensif di RSJ Menur, pihaknya terus melakukan monitoring. Lewat monitoring ini, akhirnya diputuskan oleh tim dokter bahwa Wiji bisa kembali pada keluarga. Apalagi Wiji sudah seringkali meminta untuk segera bertemu dengan sang nenek.

"Setelah perawatan, dibutuhkan proses selanjutnya yakni penyiapan protesi tangan ini. Saya rasa protesi yang dibuat sudah sangat advance," ujar Khofifah.

Khofifah berharap, puskesmas terdekat terus memberikan pelayanan kepada Fitri untuk after carenya. Hal ini penting dilakukan, sebagai bentuk ikhtiar bersama dan dukungan kepada Fitri agar bisa kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

"Saya rasa psikososial terapi yang diberikan telah mampu memberikan efek sangat besar, selanjutnya monitoring dan perawatan aftercare harus bisa diberikan oleh Puskesmas terdekat dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)," tegas Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyalurkan secara langsung bantuan berupa Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus), serta kebutuhan pokok kepada para dhuafa setempat. Pihaknya berpesan, pada penerima PKH plus untuk bisa menggunakan bantuan ini secara bijak dan sesuai kebutuhan.

"Monggo bisa diambil semuanya, namun demikian saya mengajak agar bisa menggunakan dengan bijak dan bisa mengambil sesuai kebutuhan," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menyampaikan, berkat koordinasi dan kerjasama yang intensif antara Pemprov Jatim, dan Pemkab Kediri, perawatan pada Fitri bisa dilakukan optimal. Bahkan, saat ini kondisinya sudah menunjukkan perubahan yang sangat baik.

"Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada ibu Gubernur dan tim atas bantuan sosial dan program penanggulangan kemiskinan lainnya yang diberikan kepada Kabupaten Kediri," ujarnya. Adv/kominfo

Berita Populer