Khas Jogja Rasa Surabaya

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kopi Joss Warung Millenial berbeda. Kopi Joss Warung Millenial merupakan angkringan sekaligus kedai kopi besar untuk semua kalangan. Menjadi salah satu kedai yang memberikan rasa khas Jogja angkringan ini memiliki berbagai makanan khas Jogja.

Aisyah Huwaid Sudiwanto, selaku owner Kopi Joss Warung Millenial mengatakan, awal mula usaha kedai kopi khas Jogja bermula pada keinginan sang Ayah juga merupakan orang Jogja, kedai kopi ini didirikan pada bulan Agustus tahun 2019.

Kemudian Aisyah ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas terutama kaum millennial berbagai macam kuliner khas Jogja.

Menu khas Jogja di Kopi Joss Warung Millenial yaitu kopi arang, wedang jahe, wedang kluwuk, angkringan (nasi kucing, sate-satean, tempe, tahu, dan sebagainya).

Kopi arang menjadi menu utama di Kopi Joss Warung Millenial, karena kopi diproduksi sendiri dan arang yang digunakan khusus untuk kopi sehingga rasa kopi lebih khas dan enak. Kopi arang juga baik untuk kesehatan.

Selain menyuguhkan makanan dan minuman khas Jogja, Kopi Joss Warung Millenial juga menyediakan makanan dan minuman ala kafe seperti milk shake, frappe, kentang, sosis, dan sebagainya.

Suasana Kopi Joss Warung Millenial sangat pas untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Terdapat 2 ruang di kedai kopi ini yaitu VIP room dan ruang untuk nobar yang juga digunakan pengunjung pada umumnya.

Kisaran harga makanan Kopi Joss Warung Millenial dibandrol dengan harga 15–30 ribu rupiah, sedangkan minuman sekitar 7 – 25 ribu rupiah. Cukup terjangkau namun kualitas makanan dan minuman terjamin kebersihan.

Kopi Joss Warung Millenial atau Kopi Joss Merr terletak di Jl. Ir. H. Soekarno no. 401-403 Surabaya. Karena situasi pandemi korona, Kopi Joss Warung Millenial buka mulai jam 9 pagi – 7 malam.

Kopi Joss Warung Millenial memiliki akun Instagram @kopijoss_warungmillenial dan akun facebook Kopi Joss Merr.

Aisyah berharap, Kopi Joss Warung Millenial menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin makanan khas Jogja tanpa perlu jauh ke Jogja dan mengenalkan masyarakat makanan tradisional ditengah persaingan makanan kekinian yang saat ini berkembang pesat.ua