•   Selasa, 7 April 2020
SGML

Ketulusan Bocah 8 Tahun Rawat Bapaknya Yang Tengah Sakit Berbuah Manis

( words)
Nisda bocah 8 tahun ini rela harus merawat bapaknya yang tengah sakit stroke. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Bantuan Para Dermawan dan Pemkab Lamongan Mulai Berdatangan

SURABAYA PAGI, Lamongan - Ketulusan Nisda (8), bocah kelas 2 sekolah dasar di Lamongan ini, dalam merawat bapaknya yang tengah sakit stroke selama kurang lebih setahun, akhirnya berbuah positif, pasca cerita hidupnya yang tidak pernah ia sangka ini terekspose di media massa belakangan ini.
Ya usai berbagai media massa mengekspos kehidupan anak kecil yang tangguh dalam merawat bapaknya ini, ramai-ramai para dermawan merasa iba, dan satu persatu datang untuk membantu meringankan beban Nisda yang seharusnya masa-masa umur segini masih menikmati bermain layaknya bocah pada umumnya.
Namun kondisi ini bertolak belakang dengan kehidupan Nisda yang beralamat di Perum Graha Indah Blok MM 5 Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung Lamongan. Bocah polos ini sehari-harinya baik sebelum sekolah maupun usai pulang sekolah harus merawat bapaknya Tarmuji (48) yang tengah mengalami sakit stroke selama 7 tahun belakangan.
Nisda sendiri kepada wartawan menyebutkan kalau dirinya merawat bapaknya ini selama kurang lebih 1 tahun, setelah ibu kandungnya meninggal dunia pada 2018 lalu karena mengalami sakit komplikasi. "Saya merawat bapak sudah 1 tahun ini pasca ibu saya meninggal dunia," katanya dengan nada lirih.
Kini penderitaan yang dialami Nisda bersama bapaknya mulai sedikit berkurang. Pasca aktivitas hidupnya sehari-hari terekspose oleh media massa, kini para dermawan baik atas nama perorangan, lembaga dan yayasan datang untuk ikut menyumbang dan meringankan bebanya.
Bahkan Pemkab Lamongan pun langsung turun tangan menerjunkan tim yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bagian Kesejahteraan Masyarakat, dan Badan Zakat Nasional (Baznas), Jum’at (14/6/2019) untuk membantu penderitaan Nisda dan bapaknya.
Sebelum para dermawan dan tim dari Pemkab Lamongan menyambangi kediaman Nisdah, harian Surabaya Pagi dan online surabayapagi.com terlebih dahulu mendatangi rumah Nisda. Saat berada di rumah Nisda itu, surabayapagi.com menjumpai dua orang dermawan yang mengaku dari Sukosongo Kembangbahu dan Rangge Lamongan Kota.
Ia datang sebelumnya karena membaca pemberitaan di media massa, dan medsos. Tanpa pikir panjang ia langsung datang ke rumah Nisda untuk menyumbangkan sedikit rejeki untuk meringankan beban Nisda dan bapaknya. "Saya awalnya tahu dari pemberitaan media massa dan medsos, akhirnya saya mengajak temanku ini untuk menyambangi dik Nisda," aku Hanik warga Sukosongo Kembangbahu.
Tidak hanya itu saja bantuan juga datang daru Yayasan Graha Sosial. Yayasan ini membelikan mesin pompa air dan membayar tunggakan listrik yang sudah 10 bulan alirannya diputus lantaran tidak bisa membayar. "Saya hanya diminta bu Fitriyah bendahara Yayasan Graha Sosial membelikan pompa air dan membayarkan tunggakan listrik, "kata Sunanto alias Godek yang saat itu tengah memasang pompa air di rumah Nisda.
Sementara itu, seperti disampaikan oleh Kabag Humas dan Infokom Agus Hendrawab, Pemkab Lamongan memberikan bantuan. Untuk Nisda kata Agus untuk sekolah mulai SD sampai SMP biayanya akan digratiskan. "Adik Nisda harus tetap sekolah meski kondisi seperti ini untuk biaya akan digratiskan," kata Agus seperti disampaikan oleh Adi Suwito Kepala Dinas Pendidikan Lamongan.
Tidak hanya itu saja, biaya pengobatan bagi ayah Nisda juga dibantu oleh Pemkab melalui Dinas Kesehatan. Sementara untuk Dinas Sosial juga akan berkomitmen memasukan yang bersangkutan sebagai penerima bantuan sosial. "Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban keduanya," kata Agus.
Di kesempatan itu juga, Tarmuji menerima bantuan uang dari Badan Zakat Nasional (Baznas), dan bantuan sendiri diserahkan oleh Rusgianto yang juga pengurus Baznas Lamongan. jir

Berita Populer