Kepala Pelaksana BPBD: Ada 12 Jenis Potensi Bencana di Jawa Timur

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Musim liburan yang terjadi di akhir tahun meningkatkan laju masyarakat untuk mendatangi destinasi wisata wisata khususnya seperti pantai maupun gunung.
Namun, tidak boleh menurunkan tingkat kewaspadaan meskipun sedang bersenang senang ketika berlibur bersama keluarga maupun sahabat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subhan Wahyudiono menjelaskan bahwa ada potensi 12 bencana di kawasan Jawa Timur sendiri.
“Sesuai dengan kajian bencana BNPB 2016, di Jawa Timur terdapat 12 potensi bencana yang mana 11 diantaranya merupakan alam seperti tanah longsor dan banjir. Sedangkan, satu potensi bencana lainnya adalah non alam seperti adanya kegagalan teknis yang mana terjadi di Jalan Raya Gubeng.” Ujar Subhan Wahyudiono ketika diwawancarai Selasa (25/12).
Untuk lebih rincinya, Subhan menjelaskan mengenai penyebab rawan bencana alam di beberapa titik pada wilayah Jawa Timur. “Dari 38 kota kabupaten di Jawa Timur terdapat 22 kabupaten yang memiliki potensi banjir karena terdapat tujuh wilayah dengan sungai besar seperti beberapa diantaranya yaitu Sungai Bengawan Solo dan Brantas. Sedangkan, untuk potensi bencana longsor terdapat 13 kabupaten kota yang rawan yaitu Magetan, Pacitan, Trenggalek, dan sebagainya.” Tambah Subhan Wahyudiono.
“Peristiwa di Selat Sunda tidak berdampak pada kawasan Jawa Timur namun justru terjadinya banjir pada Lumajang dan Jember di Sabtu (22/12) lalu. Banjirnya tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul di Desa Rowokangkung dan Sidorejo.” Ujarnya ketika ditanya mengenai dampak terhadap kawasan Jawa Timur mengenai tsunami Selat Sunda.
Akibat rawannya cuaca akhir tahun, BNPB dan BMKG bekerja sama dengan berbagai jajaran kepala daerah untuk siap siaga sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana alam yang tidak bisa diprediksi.
“Kami sudah mengajak semua kepala daerah untuk siap siaga dengan memeriksa alat dan mendirikan posko di kawasan yang rawan bencana. Selain itu, dengan peningkatan jumlah pengunjung pariwisata di akhir tahun, kami juga selalu bekerja sama dengan Dinas Pariwisata agar selalu memantau. Untuk kawasan selatan Jawa Timur justru tidak memiliki gelombang tinggi bila dibandingkan bulan September-Oktober namun tetap harus selalu waspada.” Tambahnya. Pr