Kejari Jombang Pantau Pengadaan Seragam Batik untuk SMP

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Jawa Timur pantau polemik seragam batik. Hal itu seiring banyaknya keluhan wali murid yang mencuat ke sejumlah media terkait penjualan seragam batik di tingkat SMP yang dirasa terlalu mahal.

Kasi Intelejen Kejari Jombang, Harry Rachmat mengatakan, bahwa Kejari sudah memantau penjualan seragam batik yang dilakukan di sekolah-sekolah tingkat SMP di Kabupaten Jombang.

”Tentu kita pantau perkembangan situasinya seperti apa terkait penjualan seragam batik tersebut,” katanya, Senin (30/9/2019).

Harry mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat dan mengumpulkan informasi terkait penjualan seragam batik tersebut. ”Kita tetap lihat dulu informasi yang beredar,” ungkapnya.

Menurut keterangan Kasi Intel Kejari Jombang ini, bahkan sempat mempertanyakan ada beberapa sekolah yang tidak memberikan kuitansi pembayaran seragam.

"Padahal kuitansi itu sifatnya resmi. Ini yang aneh, seharunya pembayaran diberikan kuitansi. Karena itu menjadi tanda bukti,” terangnya.

Justru apabila tidak diberikan kuitansi, lanjutnya, maka penjualan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. ”Kan kalau tidak ada tanda bukti istilahnya sembunyi-sembunyi kalau tidak ada bukti,” ujarnya.

Untuk itu Harry mengimbau, agar penjualan seragam batik ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Selain itu, jika ada sumbangan sukarela diharapkan tidak memberatkan wali murid.

“Tentunya kami berharap, untuk penjualan seragam ini dilakukan dengan terbuka dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (suf)