•   Kamis, 5 Desember 2019
Korban Ketidak Adilan

Kebijakan Alat Pertanian Impor Dikeluhkan Perajin Alat Pertanian

( words)
ilustrasi


SURABAYAPAGI.COM, Cirebon –Perajin alat alat pertanian di Cirebon Jawa Barat mengeluhkan hasil penjualan mereka yang menurun. Hal tersebut dikarenakan maraknya impor produk alat pertanian seperti pacul atau cangkul.

Salah seorang perajin pacul, Carlim mengeluhkan adanya kebijakan alat pertanian impor yang memicu menurunnya haisl penjualan alat pertanian. Semenjak adanya kebijakan tersebut, Carlim mengaku penjualan pacul hasil produksinya mengalami penurunan.

"Sejak ada impor itu memang menurun, ya sedikit lah. Biasanya sebulan itu terjual 150 kodi, tapi pas ada impor jadi sekitar 80 kodi sebulannya," kata Carlim saat ditemui di tempat produksinya di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/10/2019).

Carlim adalah pengerajin pacul senior. Ia telah memproduksi pacul sejak 30 tahun lalu. Pacul produksi miliknya bahkan di jual ke berbagai daerah.

"Ya paling banyak di Jawa, ada di Indramayu, Banten, Cirebon dan sekitarnya. Pernah juga ke Sumatera, Lampung dan lainnya," kata Carlim.

Carlim berharap pemerintah bisa mengendalikan maraknya impor produk alat pertanian. Sebab, Carlim mengaku kondisi demikian dapat merugikan produksi alat pertanian lokal.

Selain itu, lanjut Carlim, modernisasi alat pertanian juga menjadi salah satu faktor menyusutnya penjualan produk lokal. "Ya bukan cuma pacul, ada alat lainnya. Alat pemotong padi yang impor juga berpengaruh, yang modern-modern itu," ucapnya.

Berita Populer