Kasus Covid-19 Meningkat, Jombang Belum Bisa Siap New Normal

Prosentase kondisi pasien Covid-19 Kab. Jombang. (SP/Pemkab Jbg)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - New normal atau tatanan kehidupan normal baru belum bisa diterapkan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pasalnya, kasus Covid-19 di kota santri semakin meningkat.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam waktu dekat tidak akan menerapkan new normal di tengah pandemi Covid-19. Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menuturkan, bahwa new normal baru bisa dilakukan ketika angka kasus positif Covid-19 di Jombang ada tren penurunan sekitar 50 persen.

"New normal kita masih menunggu dari Gubernur Jatim. Karena untuk memberlakukan itu, penurunan kasus harus 50 persen," tuturnya, kepada jurnalis, Sabtu (06/6/2020). Hingga Sabtu, (06/6) ini, kasus positif Covid-19 di Jombang mencapai 93 orang. Oleh sebab itu, Mundjidah memastikan kalau saat ini tidak mungkin dilakukan new normal.

"Saya mengikuti Gubernur Jatim. Kalau penularan Covid-19 ini masih tinggi, ya kita belum bisa menerapkan new normal. Arahan dari Gubernur, kalau sudah turun 50 persen baru bisa dilakukan," ujarnya. Tingginya kasus pasien positif Covid-19 memaksa Pemkab Jombang untuk memperpanjang masa darurat Covid-19 hingga 29 Juli.

"Kita sudah menetapkan masa darurat Covid-19, dari 29 Mei menjadi 29 Juli. Karena disesuaikan dengan nasional. Kedua, kita sesuaikan dengan bantuan sampai bulan Juli," tegas Mundjidah. Mundjidah menerangkan, bahwasanya Pemkab Jombang sudah mulai membahas skema protokol kesehatan bilamana new normal sudah memungkinkan dilakukan di kota santri.

"Kebijakan new normal nanti akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup). Jadi new normal ini sudah kita godok," terangnya. Mundjidah memaparkan, new normal ini menyangkut semuanya, bagaimana nanti pasar modern, bagaimana pasar tradisional.

"Kemudian bagaimana kita pelayanan, bagaimana tempat ibadah. Ini kan harus kita antisipasi," pungkasnya.(suf)