•   Senin, 6 April 2020
Otonomi Daerah

Kapolres Lamongan Dinobatkan Sebagai Kerabat Sunan Drajat

( words)
Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH. Abd Ghofur menyalami Kapolres usai mengalungkan sorban sebagai penanda Kapolres diangkat sebagai Kerabat Sunan Drajat. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Baru sebulan bertugas di Lamongan, Kapolres AKBP Harun terus melakukan silaturrahim dan safari ke berbagai tokoh masyarakat kiai dan berbagai elemen.

Kapolres kelahiran Rembang Jawa Tengah ini kembali bersilaturrahim dengan KH. Abd Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Paciran Lamongan, Rabu (22/1/2020) yang dibalut dengan acara Polisi Sahabat Santri di Aula Pondok setempat.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, mendapatkan kehormatan yang cukup istimewa dari keluarga besar Sunan Drajat, dengan dinobatkannya orang nomor satu di kepolisian Lamongan ini sebagai kerabat Sunan Drajat.

Penandaan sebagai kerabat Sunan Drajat langsung oleh Pengasuh PPSD KH. Abd Ghofur dengan mengalungkan sorban ke Kapolres AKBP Harun, yang disaksikan tidak kurang dari 500 santri yang memenuhi auditorium PPSD.

Harun panggilan akrab Kapolres Lamongan mengaku terharu dengan identitas baru yang disandangkan, menjadi bagian keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), yang awalnya dirinya sama sekali tidak menyangka.

"Alhamdulillah terharu, saya orang baru di Lamongan tapi sudah begini pak yai Ghofur memperlakukan dan memberikan motivasi serta semangat ke saya dan jajaran menjadi bagian keluarga besar Sunan Drajat," terangnya.

Selain Kapolres, dalam kesempatan itu Kasatlantas AKP Danu Anindito Kuncoro Putro, juga mendapatkan sorban dari pengasuh PPSD Sunan Drajat, KH. Abd Ghofur.

Sementara itu, Harun dalam berbicara dihadapan ratusan santri mengajak santri untuk menyaring informasi, karena kultur budaya yang masuk ke Indonesia sangat beragam dan memiliki dampak baik dampak positif maupun negatif. "Masuknya beragam informasi yang masuk ini diharapkan para santri dapat memfilter terkait perkembangan teknologi dan informasi," harapnya.

Selain mengajak santri untuk bijak menghadapi perkembangan teknologi informasi, Harun juga mengajak seluruh santri Ponpes Sunan Drajat diminta juga ikur membantu menangkal bahaya radikalisme yang akan masuk.

"Kami harap agar seluruh santri di Ponpes Sunan Drajat Paciran dalam berkendara untuk mentaati peraturan Lalu Lintas dan agar para santri tidak menggunakan narkoba agar menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa," harap Harun.

Sedangkan KH Abdul Ghofur dalam kesempatan itu menyampaikan pemberian dan penobatan Kapolres menjadi kerabat Sunan Drajat sebagai bentuk kecintaanya pada institusi Kepolisian, dan lebih dari itu untuk memberikan motivasi agar Kapolres bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat Lamongan.

Dan pada kesempatan itu kiai Ghofur menyampaikan kalau seluruh santri di PP Sunan Drajat Paciran dalam proses pendidikan tidak dipungut biaya apapun. "Mudah-mudahan kita yang ada disini seluruhnya masuk surga," doa KH Abdul Ghofur.

Kedatangan Kapolres Lamongan AKBP Harun di Ponpes Sunan Drajat didampingi Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito Kuncoro Putro dan jajarannya.

Kedatangan Kapolres Lamongan ke Ponpes Sunan yang juga diikuti oleh pengasuh, pengurus serta tenaga pendidik Ponpes Sunan Drajat dan lebih kurang 500 Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran ini dilanjutkan dengan sholat berjamaah dan makan bersama.

Usai berkunjung ke Ponpes Sunan Drajat, Kapolres Lamongan bersama rombongan kemudian melanjukan kunjungannya ke Ponpes Al Ishlah di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran. Dalam acara yang juga dihadiri oleh jajaran PJU Polres Lamongan, Kapolres juga memberikan hadiah kepada santri yang berhasil menjawab pertanyaan dari Kapolres Lamongan.jir

Berita Populer