•   Senin, 6 April 2020
Kriminal

Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Jatim Tinjau Situasi di Sampang

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pagi ini bersama-sama menuju Sampang, Madura untuk melihat langsung situasi yang terjadi semalam di Sampang dengan menggunakan helikopter milik Polda Jatim (23/5/2019).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan saya bersama Pangdam dan Gubernur akan melihat secara langsung situasi di Sampang. "Kita kesana untuk melihat secara langsung situasi di Sampang," terangnya buru-buru menuju lapangan helikopter Polda Jatim.

Lebih lanjut, kata jendral bintang dua ini, nanti disana pihaknya akan disambut oleh tokoh ulama para kyai dan tokoh masyarakat untuk membahas situasi disana. "Dan saat ini para tokoh sudah kumpul di Polres Sampang," ujarnya.

Sedangkan situasi yang terakhir di Sampang hingga saat ini belum diketahui.

Kita ketahui, Polsek Tambelangan di Sampang, Madura dibakar massa. Selain membakar bangunan Polsek, massa juga membakar mobil patroli yang ada di halaman kantor.

Berdasarkan informasi Kamis (23/5/2019), massa mulai mendatangi Mapolsek Tambelangan sekitar pukul 22.00 WIB. Kedatangan massa juga diikuti dengan pelemparan batu ke Mapolsek.

Sejumlah polisi yang berjaga pun langsung keluar untuk menghalau massa agar tidak bertindak anarkistis. Namun massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 50 orang ini terus melemparkan batu hingga akhirnya membakar Mapolsek. Dan akhirnya, bangunan Polsek roboh.

Sedangkan guna mendukung situasi keamanan di Sampang Kapolda Jawa Timur mencatat dua kerusuhan terjadi di Sampang, Madura. Melihat hal ini, Polda Jatim melakukan penebalan pengamanan di Sampang. "Mudah mudahan kondusif. Khusus Madura dan Sampang kami pertebal untuk perkuatan tambahan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi)," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Rabu (17/4/2019).

Sementara khusus untuk wilayah Sampang, tercatat ada total 3 SSK dari Brimob dan 2 SSK TNI. Luki mengatakan wilayah ini mendapatkan pengamanan khusus karena rawan terjadi kerusuhan. Selain itu pihaknya akan melakukan patroli pengamanan di Madura. "Ada 3 SSK Brimob dan 2 SSK TNI akan melakukan patroli bersama," tegasnya.

Patroli ini untuk mencegah terjadinya kerusuhan lagi dan perlu penebalan keamanan. nt

Berita Populer