Kampung Dolly Tak lagi Mesum

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kampung Dolly yang terkenal sampai Asia Tenggara sebagai pelacuran, kini berubah.

Upaya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menutup Dolly membawa perubahan. Masyarakat sekitar diberi pelatihan dan anak-anak disekolahkan dengan layak. Setiap bulan ada penyuluhan kesehatan dari petugas kesehatan penyuntikan HIV/AIDS, olahraga setiap minggu dan pengajian majelis tiap bulan juga rutin diadakan.

“Perubahan sebelum dan sesudah banyak yang positif dari pada yang negatif”, ungkap Neni, salah satu warga gang Dolly.

Kini kampung dolly berubah menjadi komplek rumah tangga, warung, taman bermain, lapangan futsal dan toko-toko. Wisma yang dulu terlihat gemerlap dan apik pada masanya berada di gang dolly kini berubah menjadi pengrajin sepatu dan sandal.

Tidak hanya itu saja ada pengrajin batik dan konveksi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. “itu wisma yang beli bu Risma makanya sekarang dibuka pengrajin sandal dan sepatu”, ungkap Helin, warga gang Dolly yang lain.

Di Kampung Dolly yang berada di Jl. Jarak sampai Jl. Kupang Gunung Timur, banyak yang membuka warung di sekitaran pojokan.