•   Sabtu, 4 April 2020
PERISTIWA

JLLT Akan Menjadi Jalur Cepat Tanpa Hambatan

( words)
Dewi Soeriyawati, Kepala Bidang Pemetaan dan Tata Ruang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang ( PRKPCKTR ) Kota Surabaya.(SP/QOMAR)


SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam pertumbahan pembangunan di surabaya yang tidak telepas dari pembangunan infrastruktur yang terus diperbaiki untuk memudahkan masyarakat dalam menjalan aktivitas. Salah satunya pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) ini.

Dimana Pemerintah Kota Surabaya untuk menunjang pemebangun di Surabaya ini dengan memperluas jalan untuk memperlancar arus laluntas guna menunjang pertumbuhan ekonomi di Surabaya.

Setelah Pemerintah kota Surabaya membangun Merr dan Oerr kini Pemerintah tengah fokus untuk segera menyelesaikan proyek JLLT ini. Akses jalan sepanjang 16,4 kilo meter yang akan menghubungkan antara Terminal Juanda ke jembatan Suramadu dan seduai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Surabaya JLLT ini akan menyambung hingga ke Pelabuhan Tanjung Perak ini, mempunya banyak kelebihan dan kemudan akses ke Terminal Juanda.

“ Untuk Jalan JLLT ini akan dibangun mulai dari KH. Tambak Deres hingga ke arah Juanda, dan nanti JLLT ini akan menjadi tempat yang sangat strategis,” ungkap Dewi Soeriyawati, Kepala Bidang Pemetaan dan Tata Ruang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang ( PRKPCKTR ) Kota Surabaya.

Menurut Dewi, dalam desai JLLT ini akan jauh berbeda dengan pembangunan jalan di middle east ring road (MERR), proyek Outer East Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) akan menjadi jalur cepat tanpa hambatan seperti tol.

“ Desainya JLLT ini akan menjadi jalab jalur cepat tanpa hambatan, seperti Jalan Tol tapi JLLT ini berada dibawah,” ungkap Dewi.

Dewi menjelaskan, dalam biang kemacetan di Merr salah satu faktornya banyak perempatan jalan dan traficlight dan volume kandaran yang semakin banyak sehingga sekarang merr menjadi jalan yang macet diSurabaya terutama pada Jam-jam berangkat kerja dan pulang kerja. “ Dan di JLLT tidak akan ada kemacetan, tidak seperti di Merr,” katanya.

Di JLLT nanti, lanjut Dewi, dalam desainya tidak ada prempatan dan lampu merah ( traficlight ) dari pertumuan jalan ke Jalan JLLT ini akan dibangun jalan seperti jembatan layanh (flyover). “ nanti tidak ada perempatan di JLLT, meskipun ada cuma satu atau dua tidak seperti merr. nantu setiap perempatan akan dibangun flayover. Sehingga tidak akan macet,” terangnya. alq

Berita Populer